Breaking News:

Beiita Lumajang

Lumajang Tegang Jelang Pilkades, Ledakan Terjadi di Rumah Pendukung Cakades Baru

Ada beberapa petugas yang setiap malam berkeliling ke desa-desa yang menyelenggarakan pilkades untuk membantu keamanannya

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
surya/tony hermawan
Polisi melakukan penyelidikan teror bondet di Desa Mojo, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/11/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Ketegangan akibat dugaan intimasi terhadap warga menjelang pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) di Lumajang mulai meruncing. Ini setelah terjadi ledakan di rumah seorang warga Desa Mojo, Kecamatan Padang, Minggu (28/11/2021) dini hari, yang diduga dilakukan pendukung salah satu calon.

Ledakan dari lemparan bondet (bom ikan) itu terjadi pasca masa kampanye berakhir. Meski tidak ada korban jiwa, teror bondet itu membuat warga resah.

Warga yang menjadi korban teror itu adalah Suntari kira-kira menjelang waktu Subuh. Saat itu keluarga Santuri asal Dusun Darungan itu terbangun karena mendengar suara kaca pecah akibat lemparan bondet ke dalam kamar.

"Saya mendengar suara kaca pecah, sehingga semua orang rumah bangun. Lalu ada lemparan lagi di teras rumah, tetapi tidak sampai meledak," ujar Astuti, istri Santuri.

Kapolsek Padang, Iptu Wasono Budi mengatakan, Suntari sempat melakukan pengejaran sosok pelaku tetapi sia-sia. Wasono menampik bahwa teror bondet itu berkaitan dengan Pilkades.

"Tidak ada kaitannya dengan pilkades, setiap hari kami terus melakukan pengawasan dan patroli. Karena memang pelaksanaan pilkades harus kondusif. Ada beberapa petugas yang setiap malam berkeliling ke desa-desa yang menyelenggarakan pilkades untuk membantu keamanannya,” kata Wasono.

Informasi yang dihimpun, di desa tersebut ada dua cakades yang berkontestasi merebutkan suara rakyat. Budiono adalah kades incumbent dan Akhmadi sebagai penantang. Sedangkan Suntari, informasinya merupakan salah satu tim sukses penantang.

Sementara Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Lumajang, Ipda Sujianto mengakui bahwa menjelang pelaksanaan Pilkades pada 2 Desember mendatang, suhu politik di desa itu semakin meninggi.

Beberapa kali ia mendapat laporan warga atau pendukung yang mendapat intimdasi orang tidak dikenal. Sementara untuk membuktikan teror bom bondet terkait isu Pilkades, kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan.

“Memang kebetulan sudah dekat dengan pelaksanaan pilkades namun kami masih terus melakukan lidik dan pulbaket jadi belum bisa menyimpulkan motif bondet adalah pilkades,” pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved