Breaking News:

Berita Surabaya

Unicef dan Akatara Jurnalis Sahabat Anak Beri Pelatihan ILM Cegah Covid-19 Bersama Radio Komunitas

lima radio komunitas di Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi menggelar pelatihan produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM).

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Akatara
Kegiatan pelatihan produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bersama radio komunitas yang didukung oleh Unicef dan Akatara Jurnalis Sahabat Anak yang digelar secara hybrid di Jombang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Antisipasi gelombang ketiga Covid-19, lima radio komunitas di Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi menggelar pelatihan produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM).

ILM ini dengan materi kampanye tiga M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan).

Pelatihan yang digelar di Kedai Sufie, Jombang, Kamis (25/11/2021) itu dilakukan secara hybrid, yaitu online melalui Webinar dan offline yang dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sebagai narasumber antara lain, staff Dinas Komunikasi dan Informatika Jombang Aries Yuswantono, Communication for Development Officer Unicef Surabaya Emeralda Aisha, Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Maulana Arief, dan Sekjen Jaringan Radio Komunitas Untuk Demokrasi Noor Chasanah.

Pelatihan yang dititik beratkan pada peran anak-anak dalam partisipasi kampanye 3 M melalui ILM di radio komunitas ini didukung oleh Unicef dan Akatara Jurnalis Sahabat Anak.

Ermi Ndoen, Kepala Kantor Unicef Surabaya dalam pembukaan pelatihan menegaskan, radio komunitas memiliki peranan penting dalam diseminasi informasi, khusunya bagi media penyiaran komunitas yang memiliki segmentasi jelas, sehingga keterlibatan radio komunitas dalam upaya pencegahan penyebaran

Covid-19 dengan melibatkan anak dalam ILM, menjadi sangat krusial.

“Radio komunitas ini menjadi media yang penting untuk mengakomodasi partisipasi anak-anak, terutama dalam upaya kampanye 3M. karena tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih mendengarkan radio daripada melihat televisi," ungkap Ermi Ndoen.

Sementara Maulana Arief, akademisi ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang juga Ketua Komisi

Penyiaran Indonesia (KPI) Jatim periode 2013/2016 menyatakan, radio komunitas ini bisa menjadi ujung tombak perubahan perilaku di masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved