Breaking News:

Berita Tuban

Tolak UMK Tuban 2022, Mediasi Buruh dengan Bupati Lindra Tak Capai Titik Temu

Pembahasan sempat alot saat ada perbedaan pendapat terkait putusan MK UU 11/2020 Cipta Kerja inkonstitusional secara bersyarat, beserta turunannya.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Suasana audensi buruh dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky beserta jajaran instansi terkait, Jumat (26/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Aliansi buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Ronggolawe melakukan audiensi dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.

Para buruh dari FSPMI, SPN dan Saburmusi masih getol menolak kenaikan UMK Tuban 2022 yang sudah diplenokan Dewan Pengupahan Tuban.

Hasil kenaikan Rp 6.990 itu sudah disampaikan ke Pemprov Jatim.

"Hasil mediasi yang dimotori Bupati tidak menemui titik temu," kata Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji usai audiensi di kantor Pemkab Tuban, Jumat (26/11/2021).

Ia menjelaskan, semua berkutat pada rekomendasi yang sudah dikirimkan ke gubernur. Tidak ada itikad mencari solusi terbaik bagi masyarakat Tuban.

Bahkan, pembahasan sempat alot saat ada perbedaan pendapat terkait putusan MK UU 11/2020 Cipta Kerja inkonstitusional secara bersyarat, beserta turunannya.

Bupati Lindra, sapaan Bupati Tuban, menyampaikan bahwa akan menunggu surat pencabutan terkait PP 36 2021 tentang upah tersebut.

"Tidak ada itikad mencari solusi terbaik bagi buruh di Tuban, jadi tidak ada titik temu dalam pertemuan," bebernya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Qomariyati menyatakan, tadi dilakukan diskusi terkait aspirasi teman-teman juga sudah diutarakan.

Sampai saat ini Pemkab Tuban memang masih berpegangan pada PP 36 2021 tentang pengupahan.

Beliau (Bupati, red) berjanji, jika segera keluar perbaikannya. Apakah teman-teman buruh atau pemkab yang dapat lebih dulu, maka segera memberitahu untuk ditindaklanjuti.

Selanjutnya, dewan pengupahan akan melakukan pleno kembali, itu yang terkait terkait putusan MK tentang Cipta Kerja.

"Jadi untuk sementara sambil menunggu perkembangan, yang kenaikan UMK kemarin kan sudah dikirim ke gubernur," pungkasnya seusai audiensi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved