Breaking News:

Berita Tuban

Sampaikan Hasil Pertemuan dengan Buruh, Begini Kata Bupati Tuban Soal Kenaikan UMK 2020

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan hasil pertemuannya dengan perwakilan Serikat Pekerja Ronggolawe.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan hasil pertemuannya dengan perwakilan serikat pekerja ronggolawe seusai paripurna, Jumat (26/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan hasil pertemuannya dengan perwakilan Serikat Pekerja Ronggolawe.

Di mana diketahui, serikat yang terdiri dari FSPMI, SPN dan Saburmusi itu menolak kenaikan UMK 2022 sebesar Rp 6.990 yang disahkan dewan pengupahan setempat.

"Terkait mediasi buruh, saya menyampaikan pemkab benar-benar berpegang aturan yang ada. Yaitu PP 36 2021 tentang pengupahan," kata Bupati Lindra sesuai menghadiri paripurna, Jumat (26/11/2021).

Ia menjelaskan, terkait hak diskresi baik pemkab dan provinsi sudah tidak ada kewenangan jika mengacu PP 36 2021.

Kalaupun mengusulkan perubahan kenaikan UMK pasti ditolak, jadi mengusulkan sesuai aturan yang ada. Pemerintah daerah tidak bisa menentang aturan yang sudah berlaku.

Baca juga: Tolak UMK Tuban 2020, Mediasi Buruh dengan Bupati Lindra Tak Capai Titik Temu

"Kenaikan UMK tidak bisa dibilang ideal atau tidak, yang jelas itu sesuai dengan PP 36 2021," pungkasnya.

Sekadar diketahui, upah minimum kabupaten (UMK) Tuban 2022 menjadi 2.539.224,88, mengalami kenaikan Rp 6.990 jika dibandingkan UMK Tuban 2021 sebesar Rp 2.532.234,77.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved