Breaking News:

Berita Malang Raya

Pasca Banjir Bandang Kota Batu, Reboisasi Hulu Brantas Gencar Dilakukan

Penanaman pohon juga dilakukan di kawasan bekas kebakaran hutan. Kebakaran hutan itu terjadi sebelum pandemi melanda.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Pusdalops Kota Batu
Banjir disertai lumpur dan material pohon terjadi di Desa Sumber Brantas dan Bulukerto, Kota Batu, Kamis (4/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BATU – Pasca banjir bandang yang terjadi pada 4 November 2021, sejumlah pihak gerak cepat mereboisasi kawasan hulu Kota Batu.

Dinas Kehutanan Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Pemkot Batu mencanangkan gerakan reboisasi menanam 56 ribu bibit pohon di lahan seluas 140 hektar, Kamis (25/11/2021).

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi menjelaskan seremonial reboisasi itu bertemakan gotong royong nanduri gunung (gotong-royong menanami gunung).

Secara simbolis, Jumadi bersama Rektor Unesa Prof Nurhasan dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menanam bibit pohon di kawasan Wisata Alam Cangar.

“Secara serentak, kami menanam 56 ribu bibit pohon di lahan 140 Ha. Ada tujuh titik daerah penyangga yang kami tanami bibit pohon,” ujar Jumadi, Kamis (25/11/2021).

Tujuh titik penyangga itu masuk dalam wilayah Kota Batu, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.

Pohon-pohon yang ditanam itu diharapkan dapat menjadi penyeimbang ekosistem dan lingkungan.

Baca juga: 9 Rumah di Jabung Kabupaten Malang Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

“Tahura sebagai submer hayati dan ekosistem. Secepat mungkin kami menanam, setelah dari sini, rencananya tanggal 28 juga akan melakukan penanaman di Kabupaten Magetan,” jelasnya.

Penanaman pohon juga dilakukan di kawasan bekas kebakaran hutan. Kebakaran hutan itu terjadi sebelum pandemi melanda.

Upaya melindungi kawasan penyangga itu juga dibantu mahasiswa Unesa melalui program KKN.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved