Berita Malang Raya

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pemkot Malang Sediakan 30.000 Swab Tes Antigen

Swab antigen tersebut akan dilakukan pada masyarakat yang diketahui abai terhadap protokol kesehatan.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi petugas medis menaruh sample hasil rapid test antigen untuk mencegah penyebaran virus covid-19. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Jelang natal dan tahun baru nanti, Pemerintah Kota Malang menyiapkan 30 ribu swab tes antigen.

Swab antigen tersebut akan dilakukan pada masyarakat yang diketahui abai terhadap protokol kesehatan.

Hal ini juga sesuai arahan dari Wali Kota Malang, Sutiaji, yang menekankan tracing, tracking dan treatment (3T) akan dikuatkan saat Nataru nanti.

"Kami akan menyiapkan sekitar 30 ribu swab antigen sebagai testing saat Nataru nanti," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Testing swab antigen ini rencananya akan dilakukan di pos pengamanan yang akan didirikan di sejumlah titik.

Prosesnya pun akan dilakukan secara acak, dan Dinkes Kota Malang akan mengirimkan enam tenaga kesehatan di masing-masing pos pengamanan.

Baca juga: BPBD Kabupaten Blitar Bagikan Masker Gratis di Ponpes dan Pasar Garum

"Satu pos nanti akan ada enam tenaga kesehatan. Mereka nanti yang bertugas di lapangan dan bekerja dalam tiga shift," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengimbau masyarakat Kota Malang untuk waspada terhadap kemungkinan melonjaknya penyebaran Covid-19.

Dia mengharapkan masyarakat turut serta dalam menjaga kondusifitas Kota Malang selama masa tersebut.

"Sesuai perintah Presiden, seluruhnya di Indonesia diterapkan level 3. Dan 3T ini yang akan kami terapkan untuk pencegahan," ucapnya.

Sutiaji mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan menahan diri untuk tidak berkerumun guna mencegah terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19.

"Kami harap masyarakat waspada, dengan cara kita bisa mengendalikan diri kita. Untuk tidak berkerumun, untuk tidak berhura-hura di awal tahun 2022 dan akhir 2021," ucapnya.

Guna mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan itu, Pemkot Malang melakukan sejumlah pembatasan di titik-titik tertentu.

Seperti pembatasan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan, hingga menutup Alun-Alun Kota Malang untuk sementara waktu.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak abai dan lalai dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Tidak boleh ada perayaan tahun baru, misalnya kumpul-kumpul di alun-alun. Akan ada pembatasan. Alun-alun akan kami tutup. Ini untuk meghindari kerumunan orang, kita tidak ingin kecolongan seperti tahun 2020 kemarin yang berimbas fluktuatif di tahun 2021," tandasnya. (Rifky Edgar)

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved