Breaking News:

Berita Surabaya

ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan Lakukan Penipuan, Angkanya Capai Miliaran Rupiah, Begini Modusnya

Tiap orang diminta menyerahkan uang sekitar Rp150 juta. Dari sembilan orang warga, telah terkumpul uang sebesar Rp1,339 miliar.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya telah menerima laporan dari warga mengenai dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Oknum berinisial TR tersebut tercatat sebagai ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Dalam modusnya, TR disebut menjanjikan kepada warga bahwa bisa mengangkat sebagai ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Syaratnya, warga diminta untuk menyetorkan sejumlah uang.

Besarannya, tiap orang diminta menyerahkan uang sekitar Rp 150 juta. Dari sembilan orang warga, telah terkumpul uang sebesar Rp 1,339 miliar.

TR lantas menyatakan warga diterima sebagai ASN dan berhak mendapat transfer Rp 4,7 juta per bulan (selama Agustus-Oktober) yang disebut sebagai gaji ASN namun dengan kerja Work From Home (WFH).

Namun belakangan, "gaji" tersebut ternyata ditransfer dari rekening pribadi TR dan diketahui perekrutan tersebut abal-abal.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, bahwa TR memang merupakan salah satu ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya pun telah menyiapkan sejumlah sanksi apabila laporan tersebut bersifat inkrah (berkekuatan hukum tetap).

Sekalipun demikian, pihaknya untuk saat ini masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Karena ranahnya masuk ke pidana, maka kami (pemkot) belum bisa bergerak sebelum ada keputusan atau inkrah dari aparat penegak hukum," kata Febri di Surabaya, Jumat (26/11/2021).

Febri menjelaskan, bahwa warga yang bersangkutan juga telah melapor kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved