Breaking News:

Berita Surabaya

9 Orang Jadi Korban Penipuan Oknum ASN Pemkot Surabaya, Pelaku Disebut Catut Nama Pimpinan BKD

Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan oleh oknum ASN Pemkot Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulana. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak sembilan orang dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Terduga pelaku berinisial TR, mengiming-imingi para korbannya untuk bisa menjadi ASN Pemkot Surabaya dengan syarat imbalan sejumlah uang.

Edo Edward, salah satu korban menyebutkan di salah satu Radio Swasta di Surabaya, bahwa ia bersama delapan temannya telah menyetor uang sejumlah Rp 1,3 miliar.

Edo menyebut jika satu dari sembilan korban merupakan warga Sidoarjo, sementara sisanya adalah warga Surabaya.

Mulanya, TR bertemu dengan Edo sebatas sebagai konsumen driver online pada Mei 2021.

Edo kerap menerima pesanan ojek online mobil yang dilakukan TR.

Kemudian pada Juli 2021, TR menawarkan kepada Edo untuk dapat menjadi ASN Pemkot Surabaya.

Edo mulanya sempat tak percaya, lantaran usianya sudah memasuki angka 53 tahun.

Dengan meyakinkan, TR menyebut jika hal itu bisa disiasati dengan membuat nama Edo seolah-olah merupakan pegawai negeri yang mutasi dari Jakarta.

Ditambah lagi, TR meyakinkan Edo dengan menunjukkan foto Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan orang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Awalnya tidak percaya, namun karena mencatut nama pimpinan BKD dan ada orang Mendagri berikut percakapannya, jadi kami semua percaya," kata Edo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulana membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dengan menawarkan menjadi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Baca juga: ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan Lakukan Penipuan, Angkanya Capai Miliaran Rupiah, Begini Modusnya

Mirzal mengaku menunjuk Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Sudah kami proses. Saat ini dalam penyelidikan," jawab Mirzal singkat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved