Breaking News:

Berita Jember

Unej Jember Belum Putuskan Nasib Dosen Terpidana Pencabulan, Menunggu Vonis 6 Tahun Inkracht

Status pemberhentian sementara PNS untuk RH diambil Unej sejak ada surat resmi penahanan RH dari penyidik Polres Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Aktivis dari Koalisi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual Jember melakukan aksi di depan PN Jember saat sidang kasus pencabulan anak di bawah umur oleh terdakwa yang juga oknum dosen sebuah PTN, Kamis (21/10/2021) silam. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Bagaimana nasib RH, dosen FISIP Universitas Jember (Unej), setelah divonis 6 tahun penjara atas kasus pencabulan terhadap keponakannya sendiri, belum diputuskan dalam waktu dekat. Pihak Unej juga belum menentukan status kepegawaian RH, karena menunggu sampai vonis itu memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht.

Sejak diperiksa dan ditahan penyidik Polres Jember saat kasus ini mencuat, sebenarnya RH sudah diberhentikan sementara sebagai pengajar di Unej.

"Sejauh ini sikap Unej masih sama, yakni memberhentikan sementara status pegawai negeri sipil RH. Terkait paska vonis ini, kami menunggu ada hasil inkracht (kekuatan hukum tetap) dari perkara tersebut," ujar Wakil Koordinator Perencanaan, Kerjasama, Informasi dan Humas Unej, Rokhmad Hidayanto kepada SURYA, Kamis (25/11/2021).

Status pemberhentian sementara PNS untuk RH diambil Unej sejak ada surat resmi penahanan RH dari penyidik Polres Jember. Berdasarkan sejumlah aturan tentang ASN dan PNS, PNS yang menjadi tersangka tindak pidana dan ditahan, maka bisa dihentikan sementara.

Rabu (24/11/2021) kemarin, majelis hakim PN Jember akhirnya memutus perkara pencabulan dengan terdakwa RH. RH divonis terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana pencabulan anak yang juga keponakan RH sendiri. RH divonis 6 tahun penjara, dan denda Rp 50 juta atau subsider 4 bulan kurungan.

Terkait vonis itu, Unej masih belum menentukan sikap resmi karena berdalih masih menunggu perkara itu memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). "Kami menunggu inkracht. Ini juga instruksi dari pimpinan, karena berdasarkan aturannya memang begitu," imbuh Rokhmad.

RH merupakan dosen Unej, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ia juga menjadi koordinator program studi di Pasca Sarjana Unej. Namun setelah kasusnya mencuat, hingga ada penahanan badan terhadap dirinya, ia diberhentikan sementara. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved