Breaking News:

Berita Surabaya

Tuntutan dalam Aksi Unjuk Rasa Bonek di Surabaya, Revolusi PSSI Harga Mati

Andi Peci: Ini titik awal revolusi PSSI. Untuk semua suporter di Indonesia. Perjuangan melawan mafia sepak bola dimulai dari tanah pahlawan.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Aksi demo Bonek menuntut revolusi PSSI, Kamis (25/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bonek Mania, suporter Persebaya Surabaya tak mampu menahan bendungan gemasnya kepada kinerja induk sepak bola nasional, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Setelah Liga 1 kembali digelar di tengah pandemi dengan berbagai mekanisme agar tetap berjalan dengan sehat, pertandingan demi pertandingan disuguhkan.

Memasuki sesi ke tiga, pertandingan yang semula bakal digelar di Jawa Timur itu diubah haluannya kembali ke Jawa Tengah, venue perhelatan liga di sesi ke dua.

Alasan keamanan menjadi salah satu pertimbangan pertandingan di gelar di Jawa Timur.

Beberapa pertandingan yang sudah berjalan, tak lepas dari kontroversi keputusan sang pengadil lapangan hijau.

Seperti di laga Persebaya melawan Persela di pekan ke delapan, adalah salah satu pemantik reaksi Bonek.

Bukan hanya Bonek, bahkan pecinta sepak bola nasional juga dibuat geleng-geleng kepala akibat keputusan kontroversi dari Mustofa Umarella, wasit pemimpin pertandingan tersebut.

Sepakan Jose Wilkson yang tampak melewati garis sebelum berhasil ditepis penjaga gawang Persela Dwi Kuswanto, tak direspons wasit.

Justru serangan balik Persela membuat petaka, lantaran aksi solo Ivan Carlos mengoyak jala Persebaya.

Padahal, striker Persela tersebut berdiri di belakang garis pertahanan Persebaya, alias offside.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved