Breaking News:

Berita Kota Kediri

Soal Dugaan Jenazah Bayi Ditahan di RSM, DPRD Kota Kediri Didesak Lakukan Rapat Dengar Pendapat

Namun massa tidak ditemui anggota dewan karena sedang melakukan kegiatan kunjungan kerja keluar kota.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Massa Aliansi Peduli Kemanusiaan Kediri berunjuk rasa mendesak DPRD Kota Kediri menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (25/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Aliansi Peduli Kemanusiaan Kediri menggelar aksi damai mendesak DPRD Kota Kediri menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atas kasus yang terjadi di Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan, Kamis (25/11/2021).

Puluhan massa peserta aksi selain melakukan orasi dan menggelar sejumlah poster, juga membakar ban bekas di depan pintu masuk Kantor DPRD Kota Kediri. Namun massa tidak ditemui anggota dewan karena sedang melakukan kegiatan kunjungan kerja keluar kota.

Hanya petugas bagian Sekretariat DPRD Kota Kediri yang menemui warga yang melakukan aksi.
Korlap Aksi Tomi Aribowo menuntut DPRD Kota Kediri segera mengagendakan kegiatan RDP dengan mempertemukan pihak terkait sehubungan kejadian di RSM Ahmad Dahlan.

Tomi menyebutkan, dari hasil investigasi yang dilakukan diduga telah terjadi penahanan jenazah pasien bernama Muhammad Raka Aska Putra, bayi berusia 40 hari yang meninggal di rumah sakit itu.

"Kami ingin dilakukan RDP di dewan, jadi kami ingin dikonfrontir dengan pihak rumah sakit, keluarga dan pegiat teman-teman LSM," ungkapnya.

Karena berita yang beredar saat ini simpang siur, pihak rumah sakit melakukan klarifikasi tanpa melibatkan pihak yang menjamin kepulangan pasien bayi yang sempat tertahan di rumah sakit.

Tomi juga menyebutkan, ia sebagai penjamin dan pihak yang membayar uang muka separo dari seluruh tanggungan biaya pasien selama dirawat di rumah sakit. "Saya yang membayar separo, membuat surat pernyataan dan KTP saya sampai saat ini masih di rumah sakit," jelasnya.

Selain menuntut pihak DPRD Kota Kediri segera menggelar RDP, pihak rumah sakit juga diminta meminta maaf supaya kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari. Aliansi Peduli Kemanusiaan Kediri telah bertekat terus menggelar aksi jika dewan tidak segera melakukan RDP kasus RSM Ahmad Dahlan.

Pihak aliansi juga mendukung langkah Dinas Kesehatan Kota Kediri yang telah memberikan surat peringatan satu kepada RSM Ahmad Dahlan menyusul kasus yang meninggalnya bayi Muhammad Rafa Aska Putra.

Sebelumnya Masbuhin,SH, Advokat dan Corporate Lawyer Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah- Aisyiyah se Jatim membantah pihak rumah sakit telah menahan jenazah pasien warga tidak mampu.

Karena pasien yang dinyatakan meninggal butuh proses medis seperti post morten dan konfirmasi data administrasi dari pihak keluarga pasien yang membutuhkan waktu.

Terkait pembiayaan rumah sakit yang dikeluhkan, keluarga pasien telah diberikan jalan keluar karena keluarganya tidak mempunyai BPJS dengan memanfaatkan progam CSR untuk pasien tidak mampu melalui Lazismu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved