Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Selain Yosef, Yoris dan Danu, ini Daftar Saksi Kasus Subang Diperiksa Hari ini, Ada yang Lewat TKP

Hari ini, Kamis (25/11/2021), penyidik Polres Subang kembali memanggil saksi-saksi untuk diperiksa dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

Editor: Musahadah
tribun jabar
Ajat, saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menceritakan kejadian 1 jam di TKP sebelum jasad Amalia Mustika Ratu dan ibunya ditemukan. 

SURYA.CO.ID, SUBANG - Hari ini, Kamis (25/11/2021), penyidik Polres Subang kembali memanggil saksi-saksi untuk diperiksa dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

Mereka adalah Ajat, Wedi, Mukhlis dan ilham yang semuanya warga Desa Jalancagak, Kecamatan Subang. 

Kabar pemeriksaan Ajat, Weni, Muchlis dan Ilham diungkapkan Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal Alim dalam konten youtube terbarunya, Kamis (25/11/2021). 

Dari empat saksi yang dipanggil itu, hanya Ilham yang belum hadir karena masih bekerja di Purwakarta. 

"Kebetulan Ilham masih kerja di Purwakarta, tapi InsyaAllah akan kami dorong hari ini untuk jadir ke Polres untuk memberikan keterangan," kata Indra Zainal Alim.

Baca juga: Korban Pembunuhan di Subang Datang di Mimpi dr Hastry Minta Tolong, Polisi Sudah Dapat 2 Alat Bukti

Dari empat saksi ini, sosok Ajat sempat menjadi sorotan di awal kasus ini. 

Ajat adalah orang yang melihat mobil Alphard bergerak di depan lokasi pembunuhan, beberapa saat sebelum jasad Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ditemukan di dalamnya. 

Saat itu Ajat hendak melintas lokasi kejadian saat mau membeli bubur  pada Rabu (19/11/2021) pukul 06.00 WIB. 

Dia melihat mobil Alphard parkir di depan rumah Tuti. 

"Waktu itu saya mau beli bubur ke Jalan Cagak sekira jam 6 pagi waktu saya melintas rumah tersebut memang mobil itu sedang parkir memutarkan mobil," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/8/2021).

Ajat lalu menjelaskan proses parkir dari mobil tersebut.

Berawal dari memundurkan mobil sampai dengan memutar balikkan posisi mobil hingga kembali ke dalam halaman parkir dari rumah tersebut.

"Awalnya kan kepala mobilnya ke atas itu terus saya melihat mundur terus dia ke halaman tanah kosong yang samping buat muterin mobil kayaknya," papar Ajat.

Tanpa menaruh curiga, Ajat langsung melanjutkan perjalanannya.

Namun, sekira pukul 07.30 WIB saat dirinya kembali, rumah tersebut sudah ramai dengan warga sekitar.

Sementara, jasad Amalia dan Tuti ditemukan sang suami, Yosep bersama polisi dan warga sekitar pukul 07.00 WIB. 

Jasad Amalia dan Tuti ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard yang sempat dilihat Ajat.

"Waktu itu memang saya tidak ada curiga apa-apa saat melintas, waktu saya pulang kok di rumah itu sudah banyak waga ramai-ramai."

"Ternyata kata warga ada yang tewas di dalam bagasi mobil," ungkapnya..

Terkait pemeriksaan hari ini, Indra meminta Ajat untuk menjelaskan semuanya secara jujur agar kasus ini segera terungkap. 

Dijelaskan Indra, selain empat warganya, penyidik Polres Subang juga memanggil empat saksi lain di luar warga Desa Jalancagak. 

"Saya mendukung penuh dan membantu pihak kepolisian agar kasus ini segera terungkap," tegas Indra.

Selain, penyidik Polres Subang, Polda Jabar juga memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. 

Informasi dari tribun jabar (grup surya.co.id), saksi yang diperiksa penyidik Polda Jabar adalah Yosef Hidayah, Yoris Raja Amanullah dan Muhammad Ramdanu alias Danu. 

Yosef merupakan suami Tuti atau ayah Amalia.

Yoris anak tertua Yosef dan Tuti atau kakak Amalia.

Sedangkan Danu merupakan keponakan Tuti.

Yosef bersama kuasa hukumnya terlihat mendatangi gedung Ditreskrimum, Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sementara Danu dan Yoris sudah datang lebih dulu dan langsung masuk ke gedung Ditreskrimum.

 Sementara Yosef datang menggenakan kaus polo putih, lengkap dengan pecinya.

Sebelum masuk gedung Ditreskrimum, Yosef menyatakan siap kembali menjalani pemeriksaan.

"Ya, siap (diperiksa)," ujar Yosef.

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, mengatakan, Yosef sudah 16 kali menjalani pemeriksaan.

Namun pemeriksaan di Polda Jabar baru hari ini.

"Ya, ada pemanggilan lagi ini pertama di Polda. Kalau dihitung sama yang di Subang, ini sudah yang ke-16 kali BAP," ujar Rohman.

Pembunuh Kuasai Ilmu Forensik

Dr Hastry menyebut pembunuh ibu dan anak di Subang paham ilmu forensik, hanya saja terburu-buru.
Dr Hastry menyebut pembunuh ibu dan anak di Subang paham ilmu forensik, hanya saja terburu-buru. (kolase youtube denny darko/tribun jabar)

Pembunuh ibu dan anak di Subang, Jawa Barat dipastikan memahami ilmu forensik, namun dalam pelaksanaannya terburu-buru sehingga masih meninggalkan jejak. 

Hal ini diketahui dari kondisi jenazah korban korban yang dimandikan dan lokasi kejadian yang banyak genangan air untuk membersihkan sidik jari. 

dr Sumy mengakui  bahwa pelaku memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat faham dunia forensik.

Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena saat ini sangat mudah mengakses  pengetahuan tentang forensik. 

Meski memahami forensik, namun kejahatan yang dilakukan pelaku tidak sempurna. 

Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jati di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar dan di mobil. 

Bahkan di setiran mobil dan pintu bagasi yang sudah dibersihkan dengan air pun masih bisa dideteksi sidik jari.

"Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat.

Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr Hastry dikutip dari channel youtube Denny Darko yang tayang, Selasa (23/11/2021).

Diakui dr Hastry, sidik jari memang bisa dibersihkan dengan sabun. Karena itu jenazah kedua korban sengaja dimandikan. 

Di jenazah korban ini, Hastry mengaku memang tidak menemukan satu pun sidik jari. 

Selain karena dimandikan, seusai dibunuh jenazah langsung diautopsi tanpa dilakukan swab lengkap. 

"Otomatis sidik jari yang ada di situ hilang," akunya. 

Meski begitu, petunjuk yang didapat dinilai sudah sangat kuat untuk menjadi alat bukti yang bisa menjerat tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang

Apalagi, bukti yang didapat dr Hastry ini juga akan dikolaborasikan dengan sejumlah alat bukti lain seperti file detektor kebohongan, psikologi forensik hingga ilmu grafologi. 

"Kepolisian didukung oleh tim forensik menyeluruh ilmunya," tegasnya. 

Saat ditanya, apakah yang ditemukan sangat kuat, tidak  bisa terkontaminasi atau diframing? dr Hastry dengan tegas menyebut alat bukti yang ditemukan itu adalah sesuatu yang mutlak. 

Lihat video selengkapnya

Yosef Diperiksa Polda Jabar

Watak Yosef Terungkap dalam Kasus Pembunuhan di Subang, Mulyana Sebut Sang Kakak Sangat Tertutup
Watak Yosef Terungkap dalam Kasus Pembunuhan di Subang, Mulyana Sebut Sang Kakak Sangat Tertutup (Tribun Jabar/Dwiky MV)

Hari ini, Kamis (25/11/2021) Yosef dijadwalkan akan memberikan keterangan di Mapolda Jabar.

Kuasa hukum Yosef (55) pun membenarkan kabar bahwa kliennya akan kembali dipanggil penyidik dari Polda Jabar Kamis (25/11/2021) besok.

"Besok jam 9an atau jam 10 klien kami kembali mendapatkan undangan pemanggilan yang langsung suratnya dari Polda Jabar," ucap Rohman Hidayat kuasa hukum Yosef saat dihubungi Tribunjabar.id, Rabu (24/11/2021).

Kendati demikian, pihak kuasa hukum Yosef masih belum mengetahui maksud dari tujuan pemanggilan dari kliennya yang diundang langsung oleh penyidik dari Polda Jabar.

"Kami masih belum tau maksud tujuan penyidik yang kembali memanggil Pak Yosef, kabarnya bukan hanya Pak Yosef saja yang dipanggil ada juga saksi lain yang mendapatkan undangan pemanggilan besok," katanya.

 Pihak kuasa hukum Yosef juga mengungkapkan bahwa saat ini pemanggilan dari kliennya langsung menggunakan surat atas nama Polda Jabar dan sudah tidak lagi mengatas namakan Polres Subang.

"Dari suratnya langsung Ditkrimsus Polda Jabar yah bukan lagi dari Polres Subang, sudah dipastikan penyidiknya juga dari Polda Jabar," ujar Rohman.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengungkapkan kasus pembunuhan Tuti dan Amalia kini perkaranya telah dilimpahkan ke Polda Jabar, per 15 November 2021 kemarin, setelah sebelumnya penyidikan dilakukan oleh Polres Subang.

"Untuk kasus Subang, per tanggal 15 November kemarin perkaranya sudah dilimpahkan ke Polda Jabar," kata Erdi, Selasa (23/11/2021).

Menurut Erdi, pelimpahan kasus ke Polda Jabar ini dilakukan demi efisiensi waktu dan efektivitas dari penyelidikan dan penyidikan.

"Kebetulan alat-alatnya ada di Polda Jabar. Jadi, untuk efisiensi waktu dan efektivitas dari penyelidikan dan penyidikan itu kami tarik," terangnya.

Erdi A Chaniago mengatakan saat ini calon tersangka dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia sudah mengerucut.

Pengerucutan tersangka ini sesuai petunjuk yang telah ditemukan oleh polisi.

Baik itu alat bukti maupun hasil pemeriksaan dari para saksi.

Erdi pun berharap semoga dalam waktu dekat tersangka kasus pembunuhan di Subang ini dapat terungkap.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menyimpulkan siapa pembunuhnya."

"Ya, insya Allah untuk tersangka sudah mengerucut karena setiap hari kita menyesuaikan dari petunjuk-petunjuk yang ada."

"Baik itu petunjuknya, alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi. Itu semua kita sandingkan, kita sesuaikan dengan pembuktian masalah-masalah kaitannya jejak digital dan sebagainya," sebut Erdi.

Lebih lanjut, Erdi menuturkan polisi tidak menemukan kendala dalam pengungkapan kasus pembunuhan ini.

Lamanya pengungkapan kasus semata-mata karena polisi sangat berhati-hati untuk menetapkan tersangka.

Diketahui, hingga saat ini total 55 saksi telah diperiksa termasuk suami, anak laki-laki, hingga keponakan Tuti. (Tribun Jabar)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved