Breaking News:

Berita Nganjuk

Sambang Warung Kopi, Cara Polisi di Nganjuk Ingatkan Warga Tidak Abai Prokes Covid-19

Kapolsek Jatikalen Polres Nganjuk, AKP Pariman mengatakan, dengan sosialisasi secara terus menerus dalam penerapan prokes

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Petugas Patroli Polsek Jatikalen Polres Nganjuk menjumpai pengunjung warung kopi tanpa memakai masker dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Warung kopi (warkop) selalu menjadi tempat berkumpul banyak orang, sehingga masih rawan memicu penularan Covid-19. Karena itu jajaran polsek di Polres Nganjuk menggelar program 'Sambang Warung Kopi' di berbagai lokasi dalam rangka patroli keamanan sekaligus sosialisasi ketaatan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kapolsek Jatikalen Polres Nganjuk, AKP Pariman mengatakan, dengan sosialisasi secara terus menerus dalam penerapan prokes pencegahan Covid-19, diharapkan masyarakat tidak abai. Dan masyarakat akan selalu ingat untuk memakai masker ketika berada di luar rumah, selalu mencuci tangan, menjaga jarak tidak terlalu berdekatan dan sebagainya.

"Dengan melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan pengunjung warung, diharapkan kepatuhan terhadap prokes selalu ditaati," kata Pariman didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Kamis (25/11/2021).

Dijelaskan Pariman, dengan dilonggarkannya kegiatan sedikit banyak telah menjadikan masyarakat mulai abai prokes. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena pandemi Covid-19 di Nganjuk atau Indonesia belum selesai. Dengan demikian masyarakat harus tetap mematuhi prokes agar tidak tertular Covid-19.

"Hal itu yang selalu disampaikan kepada masyarakat di warung atau tempat umum lainnya dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona," ucap Pariman.

Sementara perkembangan sebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus melandai. Bahkan dalam beberapa hari terakhir tidak ada perkembangan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Baik untuk penambahan kasus positif Covid-19, penambahan kasus Covid-19 meninggal dunia, dan penambahan kasus sembuh dari Covid-19. Kalaupun ada perkembangan kasus Covid-19 jumlahnya kisaran 1 - 2 kasus saja.

"Meski demikian tetap tidak boleh abai terhadap Covid-19. Karena sewaktu-waktu Covid-19 masih bisa kembali menyebar bila tidak diwaspadai dan diantisipasi," kata Hari Purwanto, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Diskominfo Nganjuk.

Di samping itu, tambah Hari, Satgas Covid-19 Nganjuk saat ini terus berupaya maksimal untuk melakukan vaksinasi terhadap masyarakat. Setidaknya sekitar 70 persen penduduk Nganjuk harus divaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity.

"Makanya, kami mengajak masyarakat Nganjuk untuk mengikuti vaksin Covid-19. Karena vaksin tersebut diharapkan bisa memberikan kekebalan kelompok masyarakat dari Covid-19," tutur Hari. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved