Breaking News:

Berita Kota Kediri

Optimalkan Peran Masjid Lewat Lomba Masjid Makmur, DMI Kota Kediri Syaratkan Tiga Kriteria

Setelah melalui proses seleksi, telah dipilih 6 masjid yang menjadi nominasi pemenang Lomba Masjid Makmur.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Dewan juri memantau langsung kelengkapan sarana prasarana, administrasi dan laporan hasil kegiatan masjid yang masuk nominasi lomba, Kamis (25/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Pemkot Kediri bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Kota Kediri menggelar Lomba Masjid Makmur yang diikuti seluruh perwakilan masjid dari setiap kelurahan.

Lomba Masjid Makmur tahun ini berfokus pada kemakmuran masjid dengan lebih mengedepankan kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan masjid. Setelah melalui proses seleksi, telah dipilih 6 masjid yang menjadi nominasi pemenang Lomba Masjid Makmur.

Masjid-masjid yang masuk nominasi, di antaranya, Masjid Nur Hikmah Kelurahan Dermo, Masjid An Nur Kelurahan Tamanan, Masjid Al Khalid Kelurahan Semampir, Masjid HM Wijadi Kelurahan Dandangan, Masjid At Taqwa Kelurahan Pakunden dan Masjid Al Hidayah Kelurahan Tosaren.

Masjid-masjid tersebut telah dikunjungi secara bergilir oleh dewan juri lomba masjid makmur mulai 23 - 25 November 2021. Dewan juri memantau langsung kelengkapan sarana prasarana, administrasi dan laporan hasil kegiatan masjid.

"Setiap masjid yang dikunjungi harus bisa menunjukan dokumen masjid secara lengkap, mulai status masjid, tata administrasi, sarana prasarana admistrasi, keuangan masjid, status sertifikasi dan seluruh manajemen masjid," ujar Ardi Handoko, Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemkot Kediri saat ditemui di Masjid HM Wijadi, Kamis (25/11/2021).

Dijelaskan, dewan juri akan memantau sejauh mana tingkat keberadaan dan pengelolaan masjid oleh takmir masjid. Dengan adanya lomba ini, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi takmir masjid untuk lebih meramaikan dan memakmurkan masjid.

"Dengan lomba masjid ini kelengkapan administrasi masjid-masjid di Kota Kediri juga menjadi lebih lengkap dan tertata dengan baik," terangnya.

Ketua DMI Cabang Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil menjelaskan, DMI berkewajiban memberikan pendampingan, pembinaan dan edukasi terkait keberadaan masjid di Kota Kediri.

Menurutnya ada 3 hal yang harus DMI dampingi dan bina. Pertama, Idaaroh atau organisasi harus memiliki struktur pengurus takmir masjid yang memiliki masa bakti. Kedua Imaaroh atau kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan masjid.

"Jangan sampai masjid hanya digunakan untuk shalat 5 waktu dan sholat Jumat saja. Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, kesehatan atau kegiatan positif lainnya," ungkap Gus Ab.

Sedangkan ketiga adalah Riaayah atau kelengkapan sarana prasarana masjid. Kelengkapan sarpras ini sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan jemaah dalam beribadah dan beraktifitas di lingkungan masjid.

Diungkap Gus Ab, tidak semua masjid dapat memenuhi 3 hal tersebut sehingga diadakan lomba masjid. Tahun ini lomba masjid berfokus pada kemakmuran masjid dengan lebih mengedepankan kegiatan yang diselenggarakan di masjid.

Diharapkan dengan adanya lomba, takmir masjid yang ada di Kota Kediri dapat berbenah untuk dapat meningkatkan kemakmuran, kegiatan dan administrasi. "Harapannya para jamaah senang datang ke masjid, meramaikan dan memakmurkan masjid," terang Gus Ab.

Setelah proses penjurian, keenam masjid yang masuk nominasi akan diundang untuk menerima hadiah dan penghargaan pada 29 November 2021. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved