Breaking News:

Berita Bangkalan

Masa Depan Mahasiswi Banyuwangi Hancur di Tangan Anak Pemilik Kos, Terungkap dari Teman Curhat

. Hari-harinya ia lalui dengan perasaan cemas dan penuh ketakutan, sejak petaka yang menimpanya pada Minggu (14/11/2021).

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
MJE (28), warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi dihadirkan dalam dalam Siaran Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Polres Bangkalan, Kamis (25/11/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Fenomena kekerasan seksual pada anak di bawah umur, terus bermunculan bak wabah. Setelah kasus di Jember, kini seorang mahasiswi asal Banyuwangi, sebut saja Mawar (17), menjadi korban tindak penodaan seksual saat menempuh pendidikan di Bangkalan.

Yang memilukan, yang menghancurkan masa depan mahasiswi itu tidak lain adalah MJE (28), anak dari pemilik rumah kos, di mana korban tinggal selama kuliah di Bangkalan.

MJE, warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan itu merampas masa depan korban yang baru kembali ke rumah kosnya di kawasan Desa Telang, Kecamatan Kamal, Minggu (14/11/2021) lalu.

Kasus rudapaksa itu sudah ditangani Polres Bangkalan, dan MJE telah ditangkap dari laporan ibu korban. Hal itu disampaikan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino dalam Siaran Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Polres Bangkalan, Kamis (25/11/2021) sore.

“Korban adalah penghuni kos dan tersangka adalah anak dari pemilik kos. Korban dan tersangka adalah mahasiswa,” ungkap Alith didampingi Kasatrekrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dan Kasi Humas Iptu Sucipto di hadapan awak media.

Beban dan tekanan psikologis pun mendera Mawar sejak kejadian itu. Hari-harinya ia lalui dengan perasaan cemas dan penuh ketakutan, sejak petaka yang menimpanya pada Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 02.30 WIB itu.

Korban tidak kuasa ia ceritakan kepada orangtuanya. Mawar hanya mampu berkeluh kesah kepada teman perempuannya. Dan akhirnya teman curhatnya itulah yang membeberkan semuanya.

“Teman curhatnya itulah yang kemudian mengabari ibu korban. Namun peristiwa pilu itu diceritakan setelah ibu korban tiba di Bangkalan, sepekan kemudian atau 20 November 2021. Saat itulah ibu korban langsung melapor kepada kami,” jelas Alith.

Tanpa perlawanan, MJE dibekuk Satreskrim Polres Bangkalan ketika nongkrong di sebuah kafe di kawasan Kecamatan Kamal, Minggu (20/11/2021) pukul 20.00 WIB. Di hadapan penyidik, MJE mengakui tindakannya kepada Mawar dilakukan dua kali; yaitu pukul 02.30 WIB dan pukul 08.00 WIB, Minggu (14/11/2021).

Alith memaparkan, peristiwa pertama dilakukan MJE setelah Mawar kembali dari mengerjakan tugas. Tersangka menyuruh korban menutup pagar rumah kos dan memintanya masuk ke kamar tersangka. Ternyata ajakan masuk ke kamar itu hanya siasat pelaku agar bisa memaksa korban.

Beberapa jam setelah terjadi kekerasan pertama, tersangka kembali melakukannya di kamar korban. Ia masuk ke kamar korban dengan cara merogoh kail pengunci pintu kamar melalui jendela kamar korban yang tidak tertutup dengan rapat. Korban kala itu tengah tertidur lelap.

“Tersangka mengaku berhasrat, suka, senang dengan korban, dan timbul nafsu liar. Pada saat kejadian, kondisi korban tidak dalam keadaan bersih atau sedang datang bulan,” urai Alith.

Dari kejadian itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sepotong potong kaos lengan panjang berwarna abu-abu motif garis, sepotong celana pendek berwarna kuning, daster merah milik korban, dua potong pakaian dalam milik korban, serta barang bukti lain berupa hasil visum yang menjelaskan telah terjadi robekan pada bagian rahasia korban.

“Kami lengkapi dengan hasil visum, ada luka lecet di tangan korban dan lebam di bagian leher,” pungkas Alith.

Atas perbuatannya, MJE dijerat Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved