Breaking News:

Berita Jember

Lintas Elemen Kampanye Bareng Melawan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan

Pegiat sejumlah lembaga di Kabupaten Jember bergerak bersama memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) mulai 25 November

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Rudy Hartono
surya/sri wahyunik
Tanoker Ledokombo : Nonton bareng film Karsih dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Kamis (25/11/2021) 

SURYA.co.id | JEMBER - Pegiat sejumlah lembaga di Kabupaten Jember bergerak bersama memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) mulai 25 November hingga 10 Desember. Mereka melakukan kegiatan berbeda namun bertujuan sama yakni kampanye penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Kegiatan itu antara lain penyuluhan hukum untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak; seminar hak asasi dan keamanan perempuan; kampanye makan ikan untuk mencegah stunting, angka kematian anak dan ibu; lomba stiker pencegahan pernikahan dini, kampanye stop kekerasan terhadap perempuan lansia, pelatihan penulisan untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan, juga deklarasi anti kekerasan terhadap perempuan.

Lembaga yang terlibat antara lain Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember, Universitas Jember, LBH Jentera, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, Tanoker Ledokombo, Polres Jember, Pengadilan Agama, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemkab Jember, YPSM, SMAN Balung, juga RRI Jember.

"Ini gerakan bersama, lintas elemen, banyak pegiat terlibat. Tujuannya memang kami bersama, berkolaborasi, bersinergi untuk membangun Jember lebih baik, ramah terhadap perempuan dan anak. Kebetulan saat ini bareng dengan peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, kami berkampanye bersama," ujar Direktur GPP Jember Sri Sulistiyani, Kamis (25/11/2021).

Dari kerja bareng lintas lembaga itu, kata Sulis, diharapkan jaringan di Jember bisa hidup lagi. "Sehingga semakin banyak orang dan lembaga yang bergandengan tangan memperjuangkan kampanye pencegahan terhadap segala macam bentuk kekerasan," tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Sebab, imbuh Sulis, masih banyak kasus kekerasan terjadi di Jember, sebut saja kasus kekerasan seksual, maupun kekerasan dalam rumah tangga.

"Belum lagi stunting, angka kematian ibu, juga angka kematian bayi. Ini prestasi jelek di Jember, karena angkanya masih tinggi. Semuanya berkaitan dengan perempuan dan anak. Juga pentingnya perjuangan pengarusutamaan gender," imbuh perempuan yang juga guru SMAN Balung tersebut.

Beberapa kegiatan yang sudah berjalan dalam rangka 16 HAKTP antara lain seminar nasional hak asasi dan keamanan perempuan di masa adaptasi baru yang digelar oleh Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember, 24 - 25 November.

Sedangkan Tanoker Ledokombo bersama In-Docs, Yayasan Gerontologi Abiyoso, Karangwreda Ledokombo, Karangwreda Kalisat, Sekolah Eyang, dan Sudut Kalisat menggelar diskusi dan nonton bareng film berjudul 'Karsih', Kamis (25/11/2021).

Karsih, sebuah film yang menggambarkan kondisi perempuan, khususnya lansia yang mengalami degradasi sehingga terjadi pengabaian, pengacuhan, hingga dikucilkan. Selain itu juga ada represi baik secara lembut maupun keras terhadap fisik, material, maupun spiritual mereka.

Menurut Founder Tanoker Ledokombo Farha Ciciek, perlu kesadaran kritis semua pihak terhadap kondisi lansia, termasuk tanggung jawab pemerintah.

"Melalui pemutaran film ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi, ruang refleksi, dan ruang belajar bersama dalam membangun cara pandang yang lebih manusiawi terhadap kelompok rentan, salah satunya lansia perempuan," ujar Ciciek.

16 HAKTP dimulai 25 November berbarengan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, dan berakhir di tanggal 10 Desember berbarengan dengan Hari Hak Asasi Manusia. Dalam 16 hari tersebut, ada sejumlah hari besar baik nasional maupun internasional, seperti Hari Aids Sedunia 1 Desember, Hari Difabel Internasional 3 Desember, juga Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved