Breaking News:

Berita Malang Raya

Jelang Natal dan Tahun Baru, Truk Dilarang Melintas di Jalanan Malang Raya saat Akhir Pekan

Kendaraan truk akan dilarang melintas di jalanan wilayah Malang Raya pada akhir pekan di jam-jam tertentu.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Foto Ilustrasi, ratusan kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas keluar Kota Malang dari arah selatan ke utara di Jalan A Yani, Kota Malang, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Jelang Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), kendaraan truk akan dilarang melintas di jalanan wilayah Malang Raya pada akhir pekan di jam-jam tertentu.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, rencananya kebijakan itu akan dilakukan dan diujicobakan, Jumat (3/12/2021).

"Kebijakan itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Khususnya, saat akhir pekan yang sering terjadi kemacetan akibat truk dan kendaraan pribadi yang saling bertemu di jalanan," ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Dirinya menjelaskan, kebijakan itu akan diterapkan pada hari Jumat-Minggu. Dan akan dilakukan evaluasi di tiap pelaksanaannya.

"Kebijakan itu diterapkan pada akhir pekan (weekend), yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kendaraan truk baru diperbolehkan melintas di jalanan Malang Raya pada pukul 21.00 WIB - 05.00 WIB," ungkapnya.

Kendati demikian, ada beberapa kendaraan truk yang mendapat pengecualian.

Baca juga: Remaja Gresik Geber Knalpot Brong di Jalanan, Berakhir di Kantor Polisi

Yaitu, truk pengangkut BBM, truk pengangkut kebutuhan pokok (sembako), truk pengangkut obat-obatan, truk pemadam kebakaran, dan truk dinas TNI-Polri serta pemerintahan.

Pria yang akrab disapa Yoppi ini juga menerangkan, kebijakan itu akan diterapkan, dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Satu minggu sosialisasi, kemudian satu minggu berikutnya melakukan aksi tanpa penindakan, lalu satu minggu berikutnya lagi melakukan aksi dengan penindakan. Di dalam aksi penindakan, apabila ada truk yang melanggar kebijakan tersebut, maka akan dilakukan tindakan penilangan. Dan untuk kebijakan pembatasan truk ini, akan berlaku berkelanjutan hingga batas waktu yang belum ditentukan," bebernya.

Yoppi berharap, pembatasan jam operasional truk di jalanan Malang Raya ini bisa membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Selain itu, ini juga bentuk persiapan menjelang agenda Nataru, agar masyarakat sudah mulai mengurangi intensitas beraktivitas di jalanan. Kami pun juga sudah menyiapkan 4.000 surat tilang saat malam Tahun Baru 2022 nanti, yang dikhususkan bagi pengendara kendaraan bermotor yang nekat memakai knalpot brong," tandasnya.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved