Breaking News:

Berita Lamongan

Ingatkan Esensi Mendidik di HGN, Bupati Lamongan Sebut Keteladanan Guru Tak Bisa Digantikan Google

Yuhronur lantas mengajak seluruh guru dan orangtua untuk merenungi kembali esensi mendidik melalui keteladanan yang ditularkan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi berbaur dalam keceriaan bersama para guru dalam tasyakuran Hari Guru Nasional di Ruang Pertemuan Kantor PGRI Lamongan, Kamis (25/11/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kemudahan akses mendapatkan pengetahuan lewat teknologi informasi masa kini, seakan sudah dianggap guru terbaik membentuk masa depan seorang siswa. Padahal peran guru tetap penting dan memiliki kelebihan yang tidak dimiliki mesin pencarian di internet, yaitu keteladanan.

Disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, peran seorang guru sebenarnya esensial. Karena guru pada hakekatnya juga seorang pendidik yang menularkan keteladanan.

Dan keteladanan itulah yang tidak akan pernah padam dan tidak tergantikan apapun, termasuk teknologi pencarian informasi canggih, seperti Google.

"Melalui peningkatan kualitas dan kompetensi, guru akan terus menjadi sumber ilmu yang tak lekang oleh waktu, " ungkap Bupati Yuhronur dalam acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di Ruang Pertemuan Kantor PGRI Lamongan, Kamis (25/11/2021).

Yuhronur lantas mengajak seluruh guru dan orangtua untuk merenungi kembali esensi mendidik melalui keteladanan yang ditularkan.

“Bagaimana kharakter itu ditularkan, kebaikan-kebaikan, kehangatan sebagai orangtua dalam mendidik anak, itu tidak dapat digantikan dengan robot. Google bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, tetapi Google tidak bisa membimbing, menemani dan memberi kehangatan untuk membentuk kepribadian,” ungkapnya.

Yuhronur menceritakan kisah inspiratif yang dicerminkan oleh guru profesional dalam membuka wawasan siswanya agar menjadi pribadi yang percaya diri. Melalui sentuhan guru inilah akhirnya murid yang dianggap bodoh oleh teman-temannya, tumbuh menjadi pribadi yang penuh semangat, berkharakter dan percaya diri.

“Sehebat apapun peran teknologi informasi, secanggih apapun teknologi masa kini, tidak dapat menggantikan peran guru didalam kehidupan sehari-hari kita,” tegasnya.

Untuk tetap mempertahankan kualitas guru, ia berharap wadah guru yakni PGRI terus melakukan program-program peningkatan kualitas guru.

Ketua PGRI Lamongan, Adi Suwito mengungkapkan upaya PGRI Lamongan dalam meningkatkan mutu kualitas guru. Seperti melalui pelatihan, kompetensi dan sertifikasi, di mana guru diharapkan mampu terpacu untuk selalu mengupgrade diri menjadi guru profesional.

Selain upaya meningkatkan kualitas guru, PGRI bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan juga terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan generasi emas Lamongan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved