Breaking News:

Berita Lamongan

Dinas TPHP Gelar Acara Kontak Tani Seperti yang Biasa Dilakukan Presiden Soeharto

Menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, semua  sektor tidak terkecuali pertanian,  dituntut untuk paham teknologi

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Rudy Hartono
surya/hanif manshuri
Dinas TPHP Gelar Acara Kontak Tani Seperti yang Biasa Dilakukan Presiden Soeharto 

SURYA.co.id lLAMONGAN -  Menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, semua  sektor tidak terkecuali pertanian,  dituntut untuk paham dengan penerapan  teknologi.

Untuk kepentingan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menggelar kegiatan Temu Wicara Kontak Tani dengan tema pembangunan pertanian berbasis teknologi menuju pertanian maju modern dan mandiri di Pendopo Lokatantra, Kamis (25/11/2021).

Melalui acara ini diharapkan mampu mengajak para petani dan para pengusaha pertanian memperoleh wawasan tentang cara untuk menjadi petani yang maju, mandiri, modern di era sekarang dan yang akan datang.

Apa yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ini sebagai langkah cepat Pemkab Lamongan untuk mewujudkan sebagai pelopor  pertanian modern di Indonesia seperti yang diungkapkan Dahlan Iskan sehari sebelumnya, saat menjadi narasumber Forum Ilmiah Peringatan HUT ke-50 KORPRI Kabupaten Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (24/11/2021).

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir dalam acara temu wicara kontak tani itu mengatakan,  gelar temu wicara ini merupakan momentum untuk menyamakan persepsi dan frekuensi. Menyampaikan ide serta gagasan untuk mempersiapkan pembangunan pada sektor pertanian Lamongan untuk lebih baik, integratif, dan solutif dalam menjawab permasalahan yang terjadi.

Menurutnya, kontak tani ini memiliki banyak manfaat diantaranya untuk silaturahim, saling sharing, cerita-cerita, memberi tahu berbagi pengetahuan dan menjalin kerjasama.  Juga untuk meningkatkan  kekompakan  kelompok tani dan petani agar  bersinergi untuk  kebangkitan pertanian di Kabupaten Lamongan.

Dikatakan, terdapat dua hal yang menjadi fokus utama pembangunan pertanian di Kabupaten Lamongan. Diantaranya,  peningkatan produksi untuk kedaulatan dan kemandirian pangan, dan bagaimana pendapatan petani meningkat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

"Mencapai tujuan pembangunan pertanian, pemerintah telah menyusun dan menentukan arah pembangunan pertanian Lamongan dan telah menyiapkan berbagai program prioritas, menyediakan sarana prasarana, juga penguatan diversifikasi tanaman,” ungkapnya.

Ditambahkan modernisasi pertanian merupakan sebuah alat yang bisa meningkatkan kinerja pertanian, bukan menggantikan peran petani dalam menggarap sawah. Tapi sebuah kemajuan yang harus dijawab oleh para petani di Lamongan.

Sementara itu,  pemateri dari BPTP Provinsi Jatim Tri Sudaryono mengupas  prospek usaha komoditas holtikultura. “Komoditas holtikultura memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, " katanya.

Usaha holtikultura sangat bisa dikomersialkan dan dikelola secara modern. Oleh karena itu untuk memenuhi skala usaha petani harus berhimpun menggunakan inotek dan logistic yang dihasilkan oleh lembaga riset dan lembaga lainnya.

Sedangkan Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Mangku Purnomo lebih menitikberatkan pembangunan pertanian di era global dan digital, bagaimana menstabilkan harga, membangun cadangan pangan, dan melalui pertanian bisa mengentaskan kemiskinan.

Diakhir acara, Yuhronur   menyerahkan bantuan berupa 2 unit kendaraan roda tiga (tosa), 3 unit traktor roda 2, cultivator, benih padi, juga benih jagung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved