Copet Internasional Baraksi Saat WSBK di Sirkuit Mandalika Beranggotakan Satu Keluarga, Ini Triknya

Satu keluarga yang menjadi copet saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika ditangkap aparat kepolisian.

Editor: Iksan Fauzi
Instagram: michaelrinaldi21
Motor Ducati bernomor 21 yang diduga dibuka secara ilegal dari kargo oleh seorang panitia lokal di Mandalika 

SURYA.co.id | LOMBOK - Satu keluarga yang menjadi copet saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika ditangkap aparat kepolisian.

Ada delapan orang yang ditangkap. Tiga orang dalam satu keluarga dan seorang adalah tetangganya. Sementara empat orang lainnya masih diperiksa.

Para copet internasional itu berangkat dari Jakarta menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat menjelang WSBK berlangsung.

Di Lombok, mereka menyewa rumah kos. Esoknya menuju ke lokasi sirkuit dengan menyewa kendaraan milik masyarakat lokal.

Para copet ini tak hanya beraksi di Indonesia. Rupanya, mereka sudah puluhan kali beraksi di luar negeri, khususnya di Singapura dan Malaysia.

Para copet itu ditangkap pada Minggu (21/11/2021).

antusiasme tinggi ditunjukkan masyrakakat pada hari pertama World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
antusiasme tinggi ditunjukkan masyrakakat pada hari pertama World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Surabaya.Tribunnews.com/Taufiqur Rochman)

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, komplotan tersebut juga melakukan aksi pencopetan hingga ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia.

Bahkan aksi kejahatan mereka tercatat dilakukan hingga puluhan kali.

"Jadi mereka tidak hanya beroperasi di Lombok, melainkan di daerah lain seperti Batam, di mana mereka sudah 50-an kali penjambretan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura," ungkap Hari.

Hari Brata mengemukakan, sebenarnya ada delapan orang dalam kelompok tersebut.

Empat di antaranya yakni DC, LO, DA adalah satu keluarga.

Sedangkan AW ialah tetangga mereka. Komplotan itu datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021). Mereka menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk.

Untuk menuju ke lokasi balapan, komplotan tersebut menyewa kendaraan.

"Empat di antaranya (satu keluarga) sudah ditetapkan tersangka. Sedangkan empat lainnya masih didalami, dan kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan mereka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya," tegas Hari.

Pelaku menyasar tas, terutama milik wanita yang terbuka dan sedang lengah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved