Breaking News:

Berita Nganjuk

Cegah Stunting Sekaligus Sejahterakan Warga, Inovasi Desa di Nganjuk Ini Terbaik Tingkat Nasional

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menyampaikan ucapan syukurnya. Terutama kepada pihak yang bekerjasama menangani stunting.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menerima penghargaan dari inovasi pencegahan stunting di Kabupaten Nganjuk sebagai yang terbaik tingkat nasional. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Inovasi pencegahan stunting Pemerintah Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk berhasil menjadi terbaik tingkat nasional. Keberhasilan meraih inovasi terbaik ini diraih Nganjuk berkat peran masyarakat desa setempat dan dukungan penuh pemda.

Prestasi itu diraih Desa Senjayan dalam gelaran inovasi cegah stunting yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2021.

Desa Senjayan menerapkan program Ceting e Abah Kolel (Cegah Stunting dengan Memanfaatkan Bank Sampah, Pekarangan dan Kolam Lele) dalam kategori edukasi masyarakat dalam pencegahan stunting.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara virtual oleh Direktur Eksekutif HIPPG FIA Universitas Indonesia, Widya Leksamanawti Habibie dan diterima oleh Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menyampaikan ucapan syukurnya. Terutama kepada seluruh pihak yang bekerjasama menangani pencegahan stunting.

"Banyak manfaat yang kita peroleh dari inovasi yang dilakukan oleh Pemdes Senjayan. Dan ini merupakan percontohan bagaimana pencegahan stunting dengan menggunakan rumus Ceting E Abah Kolel betul-betul bermanfaat. Di samping mencegah stunting, juga mensejahterakan masyarakat,” kata Marhaen usai menerima penghargaan di Command Center Pemkab Nganjuk, Kamis (25/11/2021)

Dikatakan Marhaen, dari data pencegahan stunting di Nganjuk hingga sekarang ini terus menunjukkan penurunan angka yang baik. Dimulai tahun 2018 di mana angka stunting sebesar 18,3 persen, tahun 2019 menjadi sebesar 11,48 persen, dan tahun 2020 sebesar 11,2 persen.

Adapun pada tahun 2021 hingga bulan November ini angka stunting telah menurun hingga di kisaran 9,6 persen.

"Kami sangat mengapresiasi dan bangga kepada pak Kades dan pak camat dan masyarakat yang ikut serta dalam program pencegahan stunting," ujar Marhaen.

"Penghargaan ini merupakan prestasi yang luar biasa untuk inovasi di Desa Senjayan. Ke depan kami mempunyai komitmen akan menduplikasi program ini di setiap desa dan kecamatan di Nganjuk,” tambah Marhaen.

Sementara Kepala Desa Senjayan, Sumardji menjelaskan, Ceting E Abah Kolel merupakan inovasi yang dimulai dari desa yang dipimpinnya. Program tersebut dengan memanfaatkan bank sampah, pekarangan dan kolam lele.

"Tujuan utama program itu adalah mengedukasi masyarakat dengan menanamkan kesadaran pada warga untuk memanfaatkan tanah pekarangan. Seperti tanam sayur mayur, buah buahan dengan kolam pemeliharaan lele skala rumah tangga, sampah dikelola dengan benar untuk menghindari penyakit akibat sampah," kata Sumardji.

Di samping itu, dikatakan Sumardji, tujuan lain dari program Ceting E Abah Kolel adalah untuk nilai ekonomi. Misalnya, sampah non organik yang dijual melalui bank sampah, dan yang organik menjadi kompos untuk makanan lele.

"Alhamdulillah, program itu telah ditiru beberapa desa lain dan mampu menurunkan stunting, angka kurus, gizi buruk, bahkan obesitas," tutur Sumardji. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved