Breaking News:

Berita Bangkalan

Belum Sebulan Buat Komitmen, Bangkalan Krisis Pupuk Urea Lagi; Dewan Kaget Gudang Distribusi Kosong

Komisi B memanggil semua stakeholder mulai Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Sekretaris Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Teguh mengapresiasi sidak rombongan wakil rakyat, Kamis (25/11/2021), dengan harapan kelangkaan pupuk bisa menjadi perhatian pihak distributor. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Lagi-lagi permasalahan stok pupuk terjadi di Bangkalan, dan kini kelangkaan pada jenis pupuk Urea membuat Komisi B DPRD Bangkalan turun ke lapangan, Kamis (25/11/2021). Para anggota dewan itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyangga distribusi pupuk di Desa Keleyan, Kecamatan Socah.

Di bawah gerimis, para wakil rakyat itu datang dipimpin Ketua Komisi B, Rokib, didampingi rombongan Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan. Dan di gudang itu, para legislator kaget mendapati bahwa pupuk Urea melompong.

“Kami ingin jawaban atas komitmen yang telah disepakati. Jangan dibuat main-main, para petani di Bangkalan menjerit. Jangan sampai kasus kelangkaan seperti beberapa wakti lalu kembali terulang. Pupuk Urea yang sangat dibutuhkan petani kenyataannya kosong,” tegas Rokib usai memastikan bahwa tidak ditemukan pupuk Urea di gudang tersebut.

Kekesalan rombongan anggota Komisi B memang beralasan. Pasalnya, rapat koordinasi (rakor) terkait ketersediaan pupuk bersubsidi yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Bangkalan, Senin (2/11/2021) lalu, telah menelurkan komitmen untuk menjamin kelancaran distribusi pupuk.

Dalam rakor tersebut, Komisi B memanggil semua stakeholder mulai Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, para distributor pupuk, BNI Pamekasan yang berwenang mencetak Kartu Tani, hingga pihak TNI/Polri.

Rapat Dengar Pendapat itu berangkat dari keprihatinan atas kelangkaan pupuk bersubsidi di Bangkalan maupun nasional. Dan setahun kemudian, atau sekarang, kelangkaan pupuk bersubsidi di Bangkalan benar-benar terulang.

“Semua komisi kami undang saat itu, tetapi saat ini kembali terulang. Persoalan ini ada di produsen, karena keterbatasan armada dan itu bukanlah alasan yang konkret. Kami meminta komitmen yang telah disepakati, kejelasan, dan pertanggungjawaban,” cetusnya.

Sebulan lalu, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, pihaknya juga telah duduk bersama Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan dengan komitmen ke depan pada akhir bulan ini kebutuhan pupuk Urea bisa terpenuhi,

“(Distribusi) sempat lancar, hanya dua sampai tiga hari saja. Setelah itu kembali macet,” jelas Rokib yang didampingi Wakil Ketua Komisi B, H Samsul Arifin dan anggota, H Abd Azis.

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali mengundang semua instasi terkait, para stakeholder, bahkan semua komisi di DPRD Bangkalan seperti pada Rapat Dengar Pendapat 11 November 2020 lalu.

“Dari kuota 20.007 ton pupuk Urea tahun ini, terdistribusi 11.000 ton, menyisakan sekitar 9.000 ton yang belum terdistribusi. Ini masih ada sisa waktu satu bulan. Produsen harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan pupuk sebelum akhir tahun,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Teguh mengapresiasi dan mendukung sidak rombongan wakil rakyat. Dengan harapan kelangkaan pupuk di Bangkalan bisa menjadi perhatian pihak distributor.

“Sebetulnya secara resmi kami sudah menyurati (distributor) terkait komitmen tahun lalu. Jawabannya, pendistribusian akan dilakukan secara rutin, ternyata hanya 2-3 hari yang terealisasi. Setelah itu mampet lagi,” ungkap Teguh.

Selain bersurat kepada para distributor, lanjut Teguh, hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan produsen untuk mengetahui kendalanya. Karena keluhan para petani juga sampai ke telinga Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan.

“Ini adalah waktu para petani memupuk di masa tanam pertama. Kami ingin kejelasan apa kendala distribusi pupuk di Bangkalan sehingga kami juga tidak dibingungkan dengan permasalahan ini,” pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved