Breaking News:

Berita Surabaya

Pemprov Jatim Telah Terima Usulan UMK Tahun 2022 dari 38 Kabupaten/Kota

dari 38 kabupaten kota yang ada di Jatim seluruhnya sudah menyampaikan usulan besaran UMK tahun 2022.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, memastkkan bahwa hari ini adalah hari terakhir penyampaikan usulan besaran UMK tahun 2022 dari kabupaten kota di Jatim. 

Hingga sore ini, Rabu (24/11/2021), Himawan menegaskan bahwa dari 38 kabupaten kota yang ada di Jatim seluruhnya sudah menyampaikan usulan besaran UMK tahun 2022.

Namun ada tiga yang belum lengkap berkas fisiknya. 

Untuk itu, secara bertahap mulai hari ini hingga Senin pekan depan atau tanggal 29 November 2021, pihaknya beserta tim dewan pengupahan akan segera melakukan pleno untuk membahas usulan UMK yang telah masuk. 

"Alhamdulillah sudah masuk semua, tapi yang lengkap ada 35 daerah, tiga yang lain belum mengirimkan fisik atau hard copy nya," kata Himawan pada Surya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, meski sudah mengantongi besaran UMK yang diusulkan masing-masing daerah namun pihaknya belum bisa mempublish berapa besaran masing-masing usulan. 

"Angkanya belum bisa kita publish ya. Hari ini yang jelas hari terakhir. Maka hari ini kita akan rapatkan, untuk nanti diumumkan tanggal 30 November 2021" tambahnya. 

Dari usulan yang masuk, nantinya Pemprov Jatim akan mengevaluasi terkait variable rumusan, pola yang digunakan harus sama dengan dasar hukum yang digunakan dalam penetapan UMP yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Dasar aturannya sama seperti UMP. Di Jatim beruntung karena angka inflasi masing-masing kabupaten kota ada. Kalau dulu kan pakai angka inflasi nasional. Kalau sekarang boleh menggunakan angka inflasi kab kota masing-masing," tegasnya. 

Dari pola rumusan itu, maka untuk UMK tahun 2022 mendatang dipastikan Himawan tidak akan merata.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved