Breaking News:

Pascasarjana UNESA Beri Pelatihan 30 Guru SMK di Nganjuk soal Menyusun Perangkat Pembelajaran

Pascasarjana UNESA, melalui program PKM di daerah Nganjuk, memberikan pelatihan menyusun perangkat pembelajaran.

Editor: Akira Tandika
IST
Pascasarjana UNESA Beri Pelatihan 30 Guru SMK di Nganjuk soal Menyusun Perangkat Pembelajaran 

SURYA.CO.ID, Surabaya - Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di daerah Nganjuk, memberikan pelatihan menyusun perangkat pembelajaran.

Pelatihan menyasar seluruh guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nganjuk, baik negeri maupun swasta.

Yeni Anistyasari satu dari anggota dosen yang turut menjalankan kegiatan PKM tersebut menjelaskan, pelatihan menyusun perangkat pembelajaran dilakukan selama satu bulan penuh.

"Namun, pelatihan itu tidak sepenuhnya dilakukan dengan tatap muka. Seluruhnya dilakukan secara online karena terkendala pandemi," terang Yeni.

Materi menyusun perangkat pembelajaran dipilih karena dinilai sangat penting bagi para pengajar sebelum memberikan materi pada murid.

Selain itu, materi ini dipilih lantaran tidak semua guru berasal dari latar belakang pendidikan. Sehingga, untuk meluruskan tujuan yang sama, menyusun perangkat pembelajaran ini sangat diperlukan.

Yeni mengatakan, tujuan pemberian materi menyusun perangkat pembelajaran sudah cukup jelas. Seperti, meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, tujuan pengajaran lebih mudah tercapai, dan masih banyak lagi.

"Di sini, kami tidak memilih guru dari jurusan tertentu untuk mengikuti pelatihan. Sehingga semua jurusan pun dapat bergabung. Hanya saja, untuk jumlah peserta memang kami batasi," imbuhnya.

Meski pelatihan dilakukan secara online, 30 peserta tersebut tetap diminta untuk mempraktikkan materi yang telah didapat sebelumnya.

Dalam satu bulan, Yeni melanjutkan, materi disampaikan selama satu minggu sekali, dengan tema berbeda.

Pada pertemuan pertama, diisi oleh Yeni Anistyasari dengan tema silabus dan RPP. Pertemuan kedua diisi oleh M Firmansyah Sofianto dengan tema modul pembelajaran. Selanjutnya, diisi oleh Suparji dengan tema model dan metode pembelajaran. Terakhir, diisi oleh Ekohariadi dengan tema evaluasi dan pembelajaran.

"Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap agar para guru dapat menghadapi siswa dengan lebih profesional serta dapat lebih bervariasi lagi dalam memberikan materi," tutup Yeni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved