Breaking News:

Berita Bangkalan

Oknum LSM dan Wartawan 'Ganggu' Pembangunan Bangkalan, Diusulkan Bentuk Forum Interaksi Antar Ormas

Safi mengapresiasi gagasan Pemkab Bangkalan untuk menginspirasi pembentukan forum interaksi antar ormas di Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan LSM dalam forum diskusi Bersama untuk Bangkalan : Pemberdayaan, Pembinaan, dan Pengawasan terhadap Ormas di Gedung Rato Ebu, Selasa (23/11/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Hambatan perizinan bukan satu-satunya gangguan dalam pembangunan daerah, tetapi juga bisa disebabkan perilaku intimidatif sekelompok masyarakat. Salah satu yang terpantau adalah ketika ada oknum mengaku sebagai wartawan atau LSM namun melakukan pemerasan.

Atas adanya fenomena itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr Safi, SH MH menilai perlunya pembentukan forum-forum interaksi antar organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menyelesaikan permasalahan dan membangun kesepahaman.

Hal itu disampaikan Safi ketika dihadirkan sebagai narasumber dalam forum diskusi 'Bersama untuk Bangkalan : Pemberdayaan, Pembinaan, dan Pengawasan terhadap Ormas' di Gedung Rato Ebu, Selasa (23/11/2021) malam.

“Tadi malam menjadi bahasan juga, mengenai adanya beberapa oknum mengaku LSM bahkan wartawan. Tetapi kerjanya mengganggu, menakut-nakuti, bahkan sampai ada indikasi pemerasan,” ungkap Safi ketika dihubungi SURYA, Rabu (24/11/2021).

Safi mengapresiasi gagasan Pemkab Bangkalan untuk menginspirasi pembentukan forum interaksi antar ormas di Bangkalan. Selain untuk membangun kesepahaman, forum interaksi itu nantinya bisa menghasilkan sebuah kode etik bagi ormas.

“Semacam konfederasi, apabila ada oknum LSM yang bertindak aneh-aneh, bisa dikenai sanksi sesuai kode etik yang telah disepakati. Sebagaimana wartawan, kan sudah ada organisasi profesi yang sudah ada kode etiknya,” jelas Safi.

Wartawan, lanjutnya, yang telah memiliki sertifikat sebagai jurnalis akan dengan mudah dikenai sanksi apabila melanggar karena ada organisasi profesinya. “Repotnya itu, ada yang ngaku-ngaku wartawan tetapi tidak memiliki legalitas sebagai wartawan,” terangnya.

Disunggung maraknya oknum LSM dan oknum wartawan di Bangkalan, Safi menyatakan ada banyak motivasi dan latar belakang. Misalnya didorong motivasi menjadikan hal itu sebagai mata pencaharian dengan cara-cara melanggar hukum.

“Karena itu perlu disikapi bersama. Namun ada juga yang punya motivasi baik, iyaitu ngin berperan dalam pembangunan,’ pungkasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Khusyairi yang juga dihadirkan sebagai narasumber mengungkapkan, kegiatan semalam merupakan upaya Pemkab Bangkalan untuk merangkul ormas dengan harapan bisa berkolaborasi untuk pembangunan di Bangkalan.

“Jadi bukan untuk saling berkompetisi secara liar, tidak hanya dengan berdemo tetapi bisa disampaikan lewat forum untuk memberi masukan ke pemkab. Sehingga LSM, ormas, maupun mahasiswa gerakannya bisa terukur. Arahnya Pak Bupati ke sana,” ungkapnya.

Karena itu, ia menyarankan forum interaksi seperti itu harus digelar secara rutin paling tidak tiga bulan sekali. “Apa yang menjadi masukan jangan kemudian hilang di jalanan,” pungkas politisi Partai Bulan Bintang itu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved