Breaking News:

Persebaya Surabaya

Kisah Bonita Rizky Aulia Setia Dukung Persebaya Surabaya

Rizky Aulia (29) sangat percaya diri ketika mengenakan berbagai atribut Persebaya Surabaya. Ini lantaran ia merupakan seorang Bonita asli Surabaya

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
dok Rizky Aulia
Rizky Aulia (29) sangat percaya diri ketika mengenakan berbagai atribut Persebaya Surabaya. Ini lantaran ia merupakan seorang Bonita asli Surabaya 

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA  - Rizky Aulia (29) sangat percaya diri ketika mengenakan berbagai atribut Persebaya Surabaya. Ini lantaran ia merupakan seorang Bonita -bonek perempuaan- asli Surabaya.

Rizky Aulia seorang karyawati swasta yang merasa lebih berani saat mendukung Bajol Ijo baik ketika melihat pertandingan langsung di stadion maupun nonton bareng.

"Sudah lama jadi Bonita sejak SMP kelas 3. Awal mulanya diajak bapak, nonton dari latihan sampai pertandingan. Waktu itu masih takut karena ada kejadian rusuh," aku Rizky Aulia, Selasa (23/11).

Seiring berjalannya waktu, Rizky mempunyai banyak teman bonek dan bonita. Hal tersebut yang membuat dirinya memberanikan diri, melihat Persebaya berlaga keluar kota atau awayday.

Pengalaman yang membuat Rizky berkesan adalah menemukan pasangan sehidup semati di dalam stadion. Tentunya hal itu tidak menyangka karena niatnya demi mendukung klub kecintaannya tersebut.

"Soalnya lebih seru nonton langsung di stadion. Selain itu, saya juga ikut komunitas Bonek Liar Community sejak SMA kelas 1. Sering terlibat kegiatan positif atau aksi sosial," ungkapnya.

"Idola saya pelatih Aji Santoso. Senang melihat cara melatihnya. Lalu meramu strateginya juga bagus," tuturnya.

Dia juga berpesan kepada bonek dan bonita agar tetap menjaga nama baik Persebaya. Tetap mengikuti aturan yang ada demi persepsi positif di mata masyarakat luas. Jangan dirusak dengan hal hal yang negatif.

"Mari bersama sama membangun citra suporter yang baik dan positif. Kepada manajemen dan pemain harus lebih ngeyel dan punya target naik ke puncak klasemen biar menang terus," pesannya.

"Meski di stadion atau nobar, tetap mengenakan pakaian yang sopan. Tetap protokol kesehatan. Kalau soal negatif yang muncul di benak orang lain itu kan kembali pada dirinya masing masing,. Jadi jangan disalahkan bonek bonitanya," tuntasnya.

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved