Breaking News:

Press Release

Cegah Potensi Gangguan Petir, PLN Ganti Ground Steel Wire pada 374 Tower Tansmisi Madura

Bagian dari komitmen PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM).

surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan listrik. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menjaga keandalan pasokan listrik sebagai penunjang kebutuhan hidup serta pergerakan perekonomian di Madura menjadi bagian dari komitmen PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM).

Sementara kebutuhan listrik di Madura saat ini telah mencapai 280 megawatt (MW), Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) yang menyalurkan daya listrik ke Madura masih melalui 2 sirkuit dengan 6 kabel SKTT yang mengalirkan suplai listrik dari Gardu Induk Kedinding Surabaya ke Gardu Induk Bangkalan Madura melalui Jembatan Suramadu berkapasitas 300 MW, sebelum nantinya 2 sirkuit tambahan yang masih dalam tahapan konstruksi ini dapat beroperasi menyalurkan listrik melalui 12 kabel SKTT 150 kV.

Berdasarkan data BMKG, Madura menunjukkan indikator warna hijau yang menyatakan intensitas petir dalam wilayah tersebut sebanyak 15.000 – 30.000 kali dalam sebulan.

Tindakan antisipasi disampaikan oleh General Manager PLN UIT JBM, Suroso, telah dilakukan untuk mengatasi kemungkinan munculnya resiko terhadap keandalan pasokan listrik di Madura.

“Petir menjadi faktor alam yang penting untuk mendapat perhatian terhadap keandalan pasokan. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan respon cepat agar gangguan tersebut tidak perlu terjadi yang dapat menimbulkan gangguan," kata Suroso, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Pembangunan Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek Rampung, Peresmian Tunggu Pemerintah Pusat

Lebih lanjut Suroso menjelaskan, sebagai upaya mewaspadai intensitas petir yang tinggi, PLN UIT JBM melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik melakukan pembaharuan kawat baja pertahanan tower atau Ground Steel Wire (GSW).

“GSW adalah kawat yang dipasang pada ujung paling atas tower transmisi untuk melindungi kawat-kawat penghantar atau kawat fasa dari sambaran petir. Pembaharuan kawat GSW bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi kawat GSW untuk melindungi tower dari sambaran petir dan untuk meminimalisir gangguan akibat sambaran petir yang berakibat pada keandalan sistem tenaga listrik di pulau Madura” terangnya.

Pembaharuan GSW diseluruh jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV yang berjumlah kurang lebih 374 tower di pulau Madura, meliputi wilayah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep, dikerjakan sejak awal tahun lalu, telah mencapai 62% dan ditargetkan selesai pada Juli 2022.

“Pembaharuan kawat GSW dilakukan pada sekitar kurang lebih 374 tower transmisi, antara lain SUTT 150 kV Bangkalan - Sampang sejumlah 155 Tower, SUTT 150 kV Sampang - Pamekasan sejumlah 79 Tower , SUTT 150 kV Pamekasan - Sumenep sejumlah 85 Tower, dan SUTT 150 kV Sampang - Sumenep sejumlah 55 Tower”, papar Suroso.

Terkait upaya PLN dalam menjaga pasokan kelistrikan di Madura, Suroso juga menambahkan bahwa dukungan penuh dari masyrakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan di Madura, dari faktor alam, pembaharuan kawat GSW di seluruh tower transmisi yang ada di Madura dari bahaya petir sedang dilakukan. Kami pun berharap masyarakat juga lebih bijak untuk ikut menjaga keandalan listrik dengan tidak bermain layang-layang di sekitar tower transmisi SUTT atau SUTET untuk menghindari layangan tersangkut pada transmisi dan menimbulkan gangguan”, tandas Suroso.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved