Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Kembali Masuk Nominasi IGA, Bupati Ipuk Paparkan Ratusan Inovasi Daerah di Tim Panelis

Kabupaten Banyuwangi kembali masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendagri.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani memaparkan ratusan inovasi yang digeber Banyuwangi selama satu tahun terakhir di hadapan tim penilai IGA 2021 secara virtual, Rabu (24/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi kembali masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani memaparkan ratusan inovasi yang digeber Banyuwangi selama satu tahun terakhir di hadapan tim penilai IGA 2021 secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Tim penilai terdiri dari unsur kementerian/lembaga terkait, akademisi, praktisi, media, hingga unsur profesional.

Bupati Ipuk sendiri memaparkan seluruh inovasi Banyuwangi di hadapan panelis, antara lain Kepala Balitbang Kemendagri Agus Fatoni dan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa, Direktur Tata Ruang dan Penanganan Bencana Kementerian PPN/Bappenas,Sumedi Andono Mulyo, Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Mego Pinandito.

Ada juga Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Administrasi Negara LAN Tri Widodo Wahyu, Direktur Eksekutif Kemitraan Partnership Laode M Syarif, Pimpinan Redaksi MNC Jamalul Insan, mewakili Direktur Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan, Natalia Tampubolon serta Direktur Inovasi dan Science Techno Park Ahmad Gamal.

Dalam kompetisi IGA 2021 ini, Banyuwangi mengajukan sebanyak 196 inovasi daerah yang meliputi berbagai bidang. Mulai inovasi bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, sosial hingga lingkungan.

Banyuwangi sendiri, telah meraih penghargaan IGA sebagai Kabupaten Terinovatif di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut sejak 2018.

Dalam kesempatan itu, salah satu panelis Laode M Syarif mengaku penasaran dengan program Warung Naik Kelas dari Banyuwangi.

“Ini menarik. Saya ingin tahu sampai kapan kira-kira subsidi ini diberikan kepada warung-warung kecil?” kata Laode.

“Program ini sebagai stimulan. Setelah kami berikan bantuan peralatan, selanjutnya kita evaluasi dan dampingi perkembangannya. Mana yang butuh permodalan perbankan, mana yang butuh dibantu langsung pengembangan usahanya, karena intervensi kami ke usaha mikro ada tahapan-tahapannya,” jawab Bupati Ipuk.

Panelis lainnya Diah Natalisa, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB pun bertanya lebih jauh terkait pelibatan masyarakat dalam program pemerintahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved