Breaking News:

Berita Pasuruan

Wakili Kab Pasuruan Jadi Duta Harmoni Nasional, Siswi Ini Buktikan Madrasah Bisa Segalanya

Itu disampaikannya Andri saat menemui Yulinda Anisa Azhara di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/11/2021).

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi menemui Yulinda Anisa Azhara, (17), pelajar MA NU Sunan Giri Prigen yang akan tampil dalam babak akhir pencarian Duta Harmoni tingkat nasional. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mendoakan Yulinda Anisa Azhara, (17), pelajar MA NU Sunan Giri Prigen, agar bisa memberikan yang terbaik dalam babak akhir pencarian Duta Harmoni tingkat nasional.

Itu disampaikannya Andri saat menemui Yulinda Anisa Azhara di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/11/2021). Menurut AW, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan ini, apa yang diraih Yulinda adalah sebuah pretasi yang patut diapresiasi.

"Kenapa harus diapresiasi, karena memberi kebanggaan untuk daerah di dunia pendidikan nasional. Ini juga memberi gambaran, jika siswa Madrasah bisa segalanya. Bukan hanya agama, tetapi keilmuan lain dan prestasi di bidang yang lain," jelas Andri.

AW berharap, prestasi yang positif ini bisa menginisasi anak muda, serta bisa menjadi penanda kalau madrasah tidak hanya berkutat dengan urusan agama. Tetapi juga keilmuan lain. Sehingga, lulusan madrasah bisa bersaing di tengah kemajuan teknologi dan informasi kekinian.

Yulinda menjadi satu-satunya wakil Kabupaten Pasuruan, yang lolos masuk 50 perserta terbaik dalam pencarian Duta Harmoni tingkat nasional.

Awalnya, ia ditunjuk pihak sekolah untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kemenag RI tersebut. Ia tidak sendirian, ada rekannya yang juga menjadi wakil. "Seleksinya sejak awal Juni lalu," kata Yulinda.

Seleksi awal, kata Yulinda, ia mendapat tugas menggaungkan moderasi beragama yang mengedepankan nilai bahasa, budi dan budaya dalam bentuknya video aksi. "Saya masuk 100 besar dari 760 peserta tersebut. Setelah itu lanjut seleksi kedua melalui presentasi daring yang berkaitan dengan moderasi beragama," jelasnya.

Tanpa disadari, ia lolos 50 besar se Indonesia. “Saya benar-benar tidak menyangka bisa masuk 50 besar,” ujar gadis asal Watuagung, Kecamatan Prigen tersebut.

Ia berharap, bisa memberikan yang terbaik. Tidak hanya untuk madrasah, tetapi juga untuk Kabupaten Pasuruan. “Mohon doa semuanya,” harap Yulinda.

Kepala MA NU Sunan Giri Prigen, Fakhrudin Abbas mengaku, bangga dengan prestasi santrinya. Karena, prestasi tersebut, baru pertama kali di Indonesia. “Ini sebuah kebanggaan tidak hanya untuk lembaga. Tetapi juga untuk daerah,” kata Abbas. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved