Breaking News:

Berita Surabaya

Mobil yang Tercebur di Waduk Unesa Surabaya Barat Berpelat Merah, Ini Penjelasan Polisi

Dalam insiden kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu, mengakibatkan satu orang tewas.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Dinas PMK Kota Surabaya
Proses evakuasi korban dilakukan Tim Gabungan BPB Linmas Surabaya, dan Satpol PP Surabaya, Selasa (23/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mobil pickup yang tercebur di waduk Unesa, Jalan Lidah Wetan, Babatan, Wiyung, Surabaya Barat, Selasa (23/11/2021) dini hari, ternyata kendaraan berpelat merah.

Dalam insiden kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu, mengakibatkan satu orang tewas.

Korban adalah penumpang mobil, berjenis kelamin laki-laki berinisial AVN (18) warga Wiyung, Surabaya.

Sedangkan, sopir mobil pickup yang bernama Farel Putra Hadi Dinata (19) warga Babatan, Wiyung, Surabaya, dinyatakan selamat.

Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Haerul Anwar membenarkan, mobil tersebut merupakan kategori kendaraan dinas.

Hal itu ditunjukkan dari pelat nomor polisi yang terpasang di mobil itu, berwarna merah.

Namun, status kepemilikan mobil tersebut bukan milik sopir Farel Putra, melainkan milik pamannya.

"Itu milik omnya, karena dia ikut proyek di PU Kali Brantas. Iya (milik om dari sopir), karena dia sering bantu bantu omnya, melakukan mungkin proyek-proyek di Kali Brantas itu. Proyeknya punyanya PU. PU Pusat, (kerjakan proyek) di Wiyung itu," katanya saat dihubungi, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Kronologi Mobil Tercebur Waduk Unesa Surabaya Barat, Satu Orang Meninggal Dunia

Terkait kondisi sopir yang selamat, Anwar mengatakan, korban saat ini masih menjalani pemulihan kesehatan di RS Wiyung Sejahtera.

Meski ditemukan selamat dan masih sadarkan diri, Anwar tetap memprioritaskan penanganan kesehatan korban kecelakaan.

"Ya tetap medis. Dia masih sakit. Saya perintahkan sama keluarga segera mendapatkan perawatan," jelasnya.

Hingga kini, pihaknya masih belum menggali keterangan si sopir perihal kronologi lengkap kejadian.

Namun berdasarkan penggalian informasi awal anggota Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, diduga kecelakaan tunggal tersebut disebabkan sopir mengantuk.

"Dugaannya mengantuk. Tapi kalau memang pagi hari, jam pagi, memang rata-rata gitu kan. Cuma belum memastikan. Karena yang bersangkutan belum diambil keterangannya," pungkasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved