Breaking News:

Berita Kota Kediri

Miliki Sejumlah Nilai Plus, Kota Kediri Layak Menjadi Magnet Investasi; Termasuk Mudahnya Perizinan

Dan ada beberapa kelebihan atau nilai plus dari Kota Kediri yang menjadikannya memang layak untuk surga investasi di Jatim.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar membuka Kegiatan Pembinaan Penanaman Modal Sosialisasi Kepatuhan Pelaksanaan Berusaha di Hotel Grand Surya, Selasa (23/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kota Kediri telah menjadi daerah menarik bagi investor menyusul percepatan pembangunan Kawasan Selingkar Wilis, Jalur Lintas Selatan (JLS), serta Bandara Kediri yang direncanakan selesai dan beroperasi pada 2024.

Dan ada beberapa kelebihan atau nilai plus dari Kota Kediri yang menjadikannya memang layak untuk surga investasi di Jatim. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat membuka Kegiatan Pembinaan Penanaman Modal Sosialisasi Kepatuhan Pelaksanaan Berusaha yang bertempat di Hotel Grand Surya, Selasa (23/11/2021).

Diungkapkan wali kota yang akrab disapa Mas Abu itu, Kota Kediri juga berhasil mendapatkan predikat 10 besar kota dengan indeks toleransi tertinggi serta menjadi 10 booming cities di Indonesia pada 2020. Selain itu Kota Kediri meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik kawasan Jawa-Bali 2017-2019.

Mas Abu juga mengungkapkan adanya, lahan peruntukan industri seluas 50 hektare di Kota Kediri. Selain itu Kota Kediri juga memiliki bonus demografi sejak 2018. "Pembangunan jalan tol Nganjuk-Kediri -Tulungagung direncanakan selesai di akhir 2024. Selain itu mobilitas penduduk di Kota Kediri mencapai hampir 2 juta saat siang hari,” ungkap Mas Abu.

Pembangunan sistem yang baik dan berintegritas terus dibangun Pemkot Kediri agar dapat memberikan pelayanan publik yang baik dan optimal. “Di Kota Kediri kita bangun sistemnya, supaya investasi ke depan berjalan dengan baik. Kita sudah mencoba bagaimana caranya agar investasinya bagus, orang mencari izin tidak susah," ungkapnya.

Sebelum ada Online Single Submission (OSS), Kota Kediri sudah punya Kediri Single Window for Investment (KSWI). "Kami sudah menyederhanakan perizinan. Dari ratusan perizinan, kita sederhanakan menjadi puluhan,” terangnya.

Mas Abu juga memaparkan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kota Kediri yang rendah di angka 3,6. ICOR merupakan salah satu parameter yang menunjukkan tingkat efisiensi investasi di suatu wilayah. Semakin rendah nilai ICOR, maka semakin efisien suatu wilayah untuk investasi.

“Kalau dulu perizinan sulit, sekarang sudah ada OSS dari pemerintah pusat dan dari situ kita lihat ICOR-nya Kota Kediri ini rendah," jelasnya.

Diungkapkan, Kota Kediri adalah kota perdagangan dan jasa. Kemudian ditambah menjadi kota pendidikan supaya perekonomian bertumbuh lebih eksponensial di masa yang akan datang.

Dan untuk penyerapan tenaga kerja di Kota Kediri, pelaku usaha bisa melakukan kewajiban kemitraan dengan koperasi dan UMKM, melaksanakan kewajiban CSR serta menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) secara berkala.

“Semoga kita terus bisa bersinergi untuk membangun Kota Kediri yang lebih baik, kita harus lakukan sustainable development. Kemudahan yang diberikan pemerintah bisa dimanfaatkan semua orang yang ingin berinvestasi khususnya di Kota Kediri. Dan semoga serapan tenaga kerja di Kota Kediri semakin bagus lagi,” tuturnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved