Breaking News:

Berita Tulungagung

Ini yang Dilakukan Petani di Tulungagung Agar Bawang Merah yang Terendam Banjir Laku Dijual

Karena telah terendam air, bawang merah dipanen lebih cepat agar tidak membusuk. Harga jualnya pun hancur

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Petani di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol menggunting daun dan akar bawang merah hasil panennya agar laku dijual, Selasa (23/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Sanik (60) dengan cekatan menggunting bagian akar dan daun bawang merah yang mengering.

Setiap butir bumbu dapur ini dibersihkan dengan teliti agar terpisah dengan bagian sampahnya.

Pekerjaan ini dilakukan petani bawang merah asal Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini terhadap hasil panennya yang kebanjiran.

Karena telah terendam air, bawang merah dipanen lebih cepat agar tidak membusuk.

Harga jualnya pun hancur, hingga membuat para petani memilih membawa pulang hasil panennya.

“Biasanya pedagang datang ke sawah, langsung dibeli di sawah. Sekarang tidak ada harganya, lebih baik dibawa pulang,” ujar Sanik, Selasa (23/11/2021).

Ia mengungkapkan, dari tanah seluas 60 Ru biasanya dibeli pedagang Rp 23 juta hingga Rp 25 juta.

Namun kini setelah dibawa pulang, seorang pedagang menawar seluruh hasil panennya hanya Rp 2.000.000 saja.

Sanik pun memilih menyalonkan bawang merahnya, membersihkan dari daun dan akar agar lebih laku dijual.

“Kalau sudah dibersihkan begini, harga jualnya bisa mencapai Rp 10.000 per kilogram. Lebih menguntungkan dibanding borongan,” sambungnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved