Breaking News:

Berita Situbondo

Bantah Kelangkaan, Stok Pupuk di Situbondo Masih Ribuan Ton; Komisi II : Jatahnya Saja Dikurangi

"Jadi pengurangan jatah pupuk di Situbondo itu separo dari jatah sebelumnya," ujar Asis kepada wartawan usai hearing.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Komisi II DPRD Situbondo melakukan hearing bersama sejumlah pihak terkait kelangkaan pupuk, Selasa (23/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Kesulitan para petani mendapatkan pupuk bersubsidi di Situbondo, mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Selasa (23/11/2021), Komisi II DPRD Situbondo memanggil sejumlah pihak terkait untuk menelaah kesimpangsiuran kabar kelangkaan pupuk.

Instansi yang dipanggil untuk hearing, di antaranya Dinas Pertanian dan Holtikultura, Pengawas Pupuk, LPSE dan distributor pupuk yang ada di Kabupaten Situbondo.

Ketua Komisi II, Abdul Asiz mengatakan, stok pupuk di Situbondo diketahui tidak langka dan masih ada. Menurut politisi partai Gerindra ini, jatah pupuk di Situbondo hanya dikurangi oleh pemerintah, yang sebelumnya 44.000 ton kini menjadi 21.000 ton.

"Jadi pengurangan jatah pupuk di Situbondo itu separo dari jatah sebelumnya," ujar Asis kepada wartawan usai hearing.

Asis berharap agar ada pengawasan saat pendistribusian pupuk, karena dikhawatirkan ada kios dan kelompok petani yang nakal. "Tadi Komisi II meremendasikan agar kios dan kelompok yang nakal, segera dicabut izinnya," tegasnya.

Terkait adanya pengurangan jatah pupuk, pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk menambah atau meningkatkan anggaran hibah pupuk kepada petani. "Kalau bisa hibah bantuan ditingkatkan kembali," ujar Asiz.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Pemkab Situbondo, Hariadi T Laksono mengatakan, Komisi II hanya meminta penjelasan terkait kelangkaan pupuk itu. "Kami jelaskan, pupuk non subsidi dan bersubsidi stoknya masih ada. Jadi stok pupuk tidak langka dan aman," ujar mantan kepala BPBKAD Pemkab Situbondo.

Sisa stok pupuk Urea, kata Hariadi, saat ini masih ada sekitar 2719 ton, sedangkan yang ada di gudang penyangga pupuk di Desa Kalibagor, masih sekitar 1.751 ton. Untuk pupuk jenis ZA, kuotanya sebanyak 23.68 ton dan stok di gudang penyangga pupuk di Arjasa sebanyak 99 ton. "Hari ini sebanyak 300 ton baru dikirim dari Surabaya ke gudang di Arjasa " jelasnya.

Selain itu, untuk stok pupuk SP 36 sebanyak 776 ton dan yang ada digudang penyanggah pupuk Arjasa sebanyak 248 ton. Sedangkan pupuk Phonska tersisa 2.526 ton dan di gudang penyangga pupuk sebanyak 743 ton.

"Pupuk petroganik sisanya 155 ton dari semula 330 ton. Jadi sampai Desember, ketersediaan pupuk bersubsidi itu aman," kata Hariadi.

Hariadi menegaskan, pihaknya melakukan krocek stok pupuk Urea non subsidi di gudang dan ditemukan ada sebanyak 88 ton, ZA 12 ton serta Phonska 230 ton. "Baik pupuk subsidi maupun non subsidi masih aman dan cukup untuk kebutuhan di Situbondo," jelas Hariadi.

Dijelaskan, pendistribusian pupuk gratis akan diserahkan langsung ke titik lokasi, baik itu ke titik sasaran atau per desa atau per kecamatan. "Insya Allah, pendistribusian pupuk gratis kita lakukan mulai minggu depan," kata Hariadi.

Dikonfirmasi terpisah, mantan ketua DPRD Situbondo, Basori Shonhaji mengatakan, pihaknya meminta pemerintah agar data penerima pupuk gratis terbuka. "Artinya kalau masih melalui distributor yang sudah resmi, mereka harus punya data. Dan petani harus tahu biar tidak main kucing kucingan," kata Basori.

Politisi PKB ini mempertanyakan, bantuan hibah pupuk gratis yang diberikan pemerintah sebenarnya bisa menjangkau berapa kali pada satu kali musim taman. "Kalau tidak terkover, antas bagaimana yang lainnya. Itu masih satu kali tanam, padahal setahun ada tiga kali musim tanam," tegasnya.

Untuk satu musim tanam, petani membutuhkan pemupukan sampai tiga kali pupuk. "Sekarang pemerintah terbuka saja, data by name by addres penerima pupuk harus terbuka," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved