Breaking News:

Berita Surabaya

Studi INDEF: BukuWarung Tingkatkan Akselerasi Produktivitas UMKM

penggunaan aplikasi BukuWarung telah berhasil meningkatkan produktivitas pelaku UMKM sehingga menambah output usaha

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
BukuWarung
Dari kiri ke kanan : Faisal Basri, Pengamat Ekonomi UI bersama Nailul Huda, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), dan Ika Paramita, Head of Marketing of BukuWarung, dan Eddy Satriya, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UMKM, saat memaparkan penelitian perkembangan UMKM dengan adanya BukuWarung secara virtual. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aktivitas pencatatan keuangan digital ternyata memiliki dampak besar terhadap percepatan produktivitas UMKM Indonesia, bahkan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Studi terbaru dari Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan penggunaan aplikasi BukuWarung telah berhasil meningkatkan produktivitas pelaku UMKM sehingga menambah output usaha sebesar Rp 640 miliar, atau setara dengan PDB UMKM 0,01 persen.

Lebih dari itu, BukuWarung juga berandil mengakselerasi output ekonomi nasional hingga Rp 32,86 triliun, setara dengan PDB Nasional 0,27 persen, serta menambah nilai investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp 2,32 triliun atau berkontribusi atas peningkatan investasi nasional sebesar 47,07 persen.

Studi  mengenai 'Dampak Aktivitas Ekonomi Aplikasi BukuWarung terhadap Perekonomian Nasional dan UMKM' itu juga memperlihatkan adanya perubahan pada aspek sosial.

Adanya aktivitas BukuWarung membuat pendapatan pelaku usaha secara total mengalami kenaikan sejumlah Rp 10,97 triliun dan mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 368 ribu jiwa.

“Berdasarkan data BPS 2021, indikator pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 2021 naik sebesar 3,51 persen year on year. ​​Upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan pemerintah antara lain melalui hibah modal kerja untuk usaha mikro dan KUR,” kata Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutannya saat membuka sesi temu media secara daring yang diadakan oleh BukuWarung.

Seiring dengan membaiknya situasi COVID-19 di Indonesia, output ekonomi nasional mengalami peningkatan hingga Rp 138 triliun.

"Adanya penerapan teknologi yang ditawarkan BukuWarung, seperti pencatatan keuangan digital, semakin mengakselerasi output tersebut, bahkan mencapai Rp 170 triliun,” tambah Nailul Huda, Peneliti INDEF, dalam kesempatan yang sama.

Dampak output terbesar dirasakan oleh sektor jasa lainnya, yang mencapai Rp 8,8 triliun.

Kemudian sektor pertanian sebesar Rp 6,9 triliun, sektor jasa konsultasi komputer dan teknologi informasi sebesar Rp 6,8 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved