Breaking News:

‘Lontong Kupang’ Ini Bakal Disukai Pasangan Siri’ Ingin Cepat Punya Buku Nikah

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mendorong agar layanan Lontong Kupang ndioptimalkan untuk layanan mengurus akta nikah

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Rudy Hartono
ist DPRD SURABAYA
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mendorong agar layanan Lontong Kupang (Layanan Online dan Terpadu Melalui One Gate System) dioptimalkan. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan mengurus akta nikah ini.

"Ada 85 kuota untuk pasangan suami istri yang belum sempat mencatatkan akta nikah mereka. Biasanya nikah siri yang perlu penyempurnaan agar tercatat resmi. Mari dimanfaatkan," kata Khusnul, Senin (22/11/2021)

Politisi perempuan PDIP yang akrab disap a Ning Kaka ini mengingatkan bahwa Lontong Kupang memberi kemudahan. Terutama bagi pasangan nikah siri. Sebab dengan akta nikah akan mempermudah pengurusan akta kelahiran anaknya kelak.

Saat ini, Disdukcapil bersama Pengadilan Agama dan Kemenag berpadu dalam one gate system. Pasangan yang belum mencatatkan di KUA dapat mengurus peradilan pernikahan, Gratis.

Sekali sidang langsung dapat semua, mulai dari buku nikah, akta nikah, perubahan  status Kartu Keluarga (KK), dan perubahan status KTP. Cukup datang ke Dispendukcapil.

Ning Kaka mengapresiasi program Lontong Kupang dengan memberikan kuota khusus. Banyak warga yang belum mencatatkan pernikahan ke negara arena keterbatasan biaya.

"Ingat kalau hanya melangsungkan nikah siri, pasangan tidak memiliki kekuatan hukum. Akan kesulitan di kemudian hari. Mari kemudahan Lontong Kupang dimanfaatkan," kata Khusnul.

Perlu sidang Itsbat nikah bagi pasangan siri. Ini adalah peoses permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.

Layanan Lontong Kupang bisa diakses di laman layanan-integrasi.disdukcapilsurabaya.id. Kuota 85 pasangan berhak atas layanan gratis. Dinsos Surabaya mengcover biaya sebesar Rp 26,8 juta.

"Sidang itsbat diperlukan tidak saja memiliki kekuatan hukum. Tapi juga akta kelahiran tercatat sebagai ayah dan ibunya. Silakan yang masih siri bisa ikut sidang itsbat," kata Ning Kaka.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved