Breaking News:

Komunitas Nol Sampah Bagikan 500 Bibit Peneduh Hingga Buah di Surabaya

Komunitas Nol Sampah Surabaya membagikan 500 bibit tanaman peneduh hingga buah, Minggu (21/11/2021).

ist Nol sampah
Komunitas Nol Sampah Surabaya membagikan 500 bibit tanaman peneduh hingga buah di Car Free Day (CFD) Jalan Kembang Jepun yang bertepatan momentum Hari Pohon Sedunia (World Tree Day), Minggu (21/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas Nol Sampah Surabaya membagikan 500 bibit tanaman peneduh hingga buah, Minggu (21/11/2021). Bertepatan dengan momentum Hari Pohon Sedunia (World Tree Day), Komunitas ini ingin sekaligus mengampanyekan Ayo Tanam Pohon.

Berlangsung di acara Car Free Day (CFD) di Jalan Kembang Jepun, tanaman buah yang dibagikan antara lain, Sirsak, Nangka, Sukun dan Jambu Biji. Selain itu, juga ada tanaman peneduh seperti cemara udang, tabebuya dan nyamplung.

"Tanaman nyamplung (Calophylum inophyllum) dipilih karena merupakan Flora identitas Kota Surabaya," kata Kordinator Nol Sampah Surabaya, Wawan Some, kepada Surya.co.id, Minggu (21/11/2021).

Sedangkan untuk tanaman buah, warga yang merawat tanaman tersebut bisa mendapatkan manfaat buah. "Kami tak sendiri. Pohon yang dibagikan merupakan hasil penggalangan dana online yang dilakukan melalui Crowdfunding Kitabisa.com," jelas Wawan.

Wawan menjelaskan bahwa acara ini pada dasarnya untuk mengingat dan menghormati jasa dari Julius Sterling Morton (1805-2005). Dia merupakan pencinta alam dari Amerika Serikat.

"Morton gigih mengampanyekan gerakan menanam pohon dan konservasi alam. Berawal dari penanaman sejuta pohon dilakukan di Nebraska, Amerika Serikat, kemudian tersebar di seluruh dunia," katanya.

Selain itu, Nol Sampah juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih dekat dengan pohon. Mengingat, banyaknya manfaat yang akan diterima.

Ia mengutip Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

Menurutnya, ruang terbuka tersebut bukan hanya bersifat publik, namun juga harus dekat dengan pemukiman warga. "Di Surabaya, ruang terbuka milik publik memang sudah bagus. Namun yang privat, seperti di rumah dan kampung, ini yang ingin kita dorong," katanya.

Ia menjelaskan, pohon berfungsi sebagai penyerap gas CO2 (karbondioksida), gas yang menjadi penyebab Pemanasan Global dan perubahan iklim di bumi ini. Pohon juga memiliki fungsi ekologis lainnya, sebagai penampung air.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved