Breaking News:

Berita Madiun

Harga Panen Kakao di Kabupaten Madiun Naik, Dari Rp 22 Ribu Jadi Rp 35 Ribu Perkilogram

Petani kakao di Kabupaten Madiun tersenyum sumringah lantaran harga hasil panen tahun ini mengalami kenaikan.

tribun jatim/sofyan arif candra
Panen kakao di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Petani kakao di Kabupaten Madiun tersenyum sumringah lantaran harga hasil panen tahun ini mengalami kenaikan.

Saat ini, harga kakao kering dijual senilai Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 22 ribu perkilogram

Petani Kakao di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun Srimini (68) mengatakan naiknya harga kakaonya ini karena kualitas kakaonya yang baik.

Selain itu, penjualan hasil panen tidak lagi mengandalkan tengkulak dari luar daerah melainkan cukup dijual ke Rumah Coklat Bodag yang masih berada di desanya.

"Ini sudah mulai panen, setiap hari bisa 5 Kilogram, tapi tidak bisa langsung dijual harus dikeringkan dulu," kata Sri, Senin (22/11/2021).

Adanya Rumah Coklat Bodag menurut Sri sangat membantu petani kakao terutama dalam urusan penjualan.

Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar di Kabupaten Trenggalek, Amankan 67 Sepeda Motor

"Kalau di tengkulak, harga paling mahal Rp 22 ribu per kilogram. Tapi di Rumah Coklat Bodag, bisa dijual hingga Rp 30 ribu per kilogram," lanjutnya.

Senada dengan Sri, petani kakao lain, Sudartono, juga mengatakan hal yang sama.

Sejak Rumah Coklat Bodag berdiri menjadi tempat pengolahan kakao menjadi coklat konsumsi, dia mengaku harga jual panen kakao menjadi lebih mahal.

"Sebelum ada Rumah Coklat, jualnya petani ya di tengkulak. Harganya rendah," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pengelola Rumah Coklat Bodag, Sugito, mengatakan kakao sebagai bahan baku pembuatan coklat memang diambil dari petani lokal

Sedangkan untuk harga kakao sendiri bervariasi mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung kualitas kakao tersebut.

"Kalau yang kualitas A ya mahal, sampai Rp 35 ribu. Kami bisa beli kakao dari petani lokal ini antara 1,5 kwintal hingga 2 kwintal perhari," jelas dia.

BACA BERITA MADIUN LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved