Breaking News:

Dokter Spesialis: Jangan Asal, Begini Cara Berolahraga yang Tepat Sesuai Usia Anda

Dokter spesialis bedah orthopedi dari Siloam Hospitals Surabaya, dr Teddy Hari Wardhana SpOT membuka rahasia berolahraga yang benar dan tepat.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Dokter spesialis bedah orthopedi dari Siloam Hospitals Surabaya, dr Teddy Hari Wardhana SpOT. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Olahraga yang tepat dan benar akan membuat tubuh sehat. Namun tidak semua paham. Banyak yang berolahraga yang asal. Sekadar dapat keringat dan melupakan usia.

Dokter spesialis bedah orthopedi dari Siloam Hospitals Surabaya, dr Teddy Hari Wardhana SpOT membuka rahasia berolahraga yang benar dan tepat.

Menurutnya, ada empat unsur yang harus diperhatikan dalam berolahraga. Tingkatan atau ukuran berolahraga (intensitas), beban latihan (training load), gerakan tubuh (biomekanik) dan nutrisi.

Namun semua disesuaikan usia. Targeted heart rate yang merupakan rekomendasi "The American Heart Association". Disebutkan bahwa olahraga insensitas moderate atau sedang mencapai 50 hingga 70 persen dari 'heart rate'.

Olahraga intensitas kuat seperti bagi olahragawan atau atlet, yang baik di jarak 70 hingga 85 persen heart rate.

"Sejumlah unsur ini, semua harus disesuaikan dengan usia. Ini akan berkorelasi pada pola makan," jelas Teddy, Senin (22/11/2021).

Teddy menyarankan, berolahraga dimulai pada rentang usia 5 hingga usia 17 tahun untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, metabolisme tubuh, kemampuan otot serta dapat menjaga dan meningkatkan kualitas tulang.

"Misalnya berolahraga fitness atau aerobik," imbuh Teddy mencontohkan.

Adapun untuk rentan usia 18 hingga 64 tahun atau dewasa, hendaknya mengakumulasikan kegiatan berolahraga minimal 150 menit aerobik. Yang moderat sampai 300 menit setiap minggu, dengan penguatan otot yang dapat dilakukan dengan melibatkan otot-otot besar dalam 2 hari per minggu.

"Sedangkan pada usia 65 tahun ke atas, minimal 75 menit per minggu dengan melakukan aerobik ringan dalam durasi 10 menit. Pada kondisi tertentu manula tetap disarankan melakukan aktifitas gerak sesuai rekomendasi dokter," ucap Teddy.

Dia juga merekomendasikan agar mengkonsumsi makan bernutrisi. Misalnya bagi yang rutin berolahraga membutuhkan lebih banyak kalori dan makronutrien. Ini untuk menjaga kekuatan dan energi supaya selalu pada tingkat optimal.

Teddy juga mengingatkan risiko cedera pada tungkai bawah saat berlari atau bersepeda. Atau potensi serangan jantung jika terlalu memaksakan diri yang tidak sesuai kapasitas tubuh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved