Breaking News:

Berita Tuban

Buruh Tuban Tolak Usulan Kenaikan Upah Hanya Rp6.990

Upah minimum kabupaten (UMK) Tuban 2022 menjadi 2.539.224,88, mengalami kenaikan Rp 6.990 jika dibandingkan UMK Tuban 2021

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Rudy Hartono
surya
Suasana rapat pleno dewan pengupahan UMK 2020 

SURYA.co.id | TUBAN - Upah buruh di Kabupaten Tuban telah selesai diplenokan oleh dewan pengupahan.

Upah minimum kabupaten (UMK) Tuban 2022 menjadi 2.539.224,88, mengalami kenaikan Rp 6.990 jika dibandingkan UMK Tuban 2021 sebesar Rp 2.532.234,77.

Jika dirinci kenaikan sebesar Rp 6990, maka setiap harinya dalam satu bulan, buruh mendapat Rp 233 per hari.

Kenaikan tersebut juga mendapat penolakan dari buruh setempat.

"Yang jelas kami menolak usulan kenaikan UMK sebesar Rp 6.990," kata Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji kepada wartawan sesuai pleno di Gedung Korpri, Senin (22/11/2021).

Ia menjelaskan, buruh menginginkan kenaikan upah kisaran Rp 92 ribu, itu dianggap masih relevan.

Bahkan dengan kenaikan yang sudah ditetapkan, maka ia akan menolak dengan cara menggelar aksi.

Para uruh juga tetap berkomitmen meminta kenaikan di luar PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

"Sangat tidak pantas kenaikan upah UMK 2022, kita akan menggelar aksi," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana menyatakan, kenaikan UMK 2022 sudah sesuai regulasi yaitu menggunakan PP 36 2021 tentang pengupahan.

Kenaikan juga sudah melalui penghitungan secara matang.  "Sudah sesuai PP 36 2021, apabila ada keberatan maka kita tuangkan di berita acara," ungkap Sekda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved