Breaking News:

Berita Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor: BUMDes Harus Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat

Terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit, kategori maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit dan kategori pemula 118 unit.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat mengunjungi Kantor Pelayanan terpadu BUMDes Tri Karya Agung milik Desa Kebonagung. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa menjadi etalase bisnis yang baik bagi produk lokal desa, dan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat di tingkat desa.

"Semua produk asal desa tersebut harusnya bisa dipasarkan langsung di BUMDes," kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Senin (22/11/2021).

"Kemarin saya meresmikan Kantor Pelayanan terpadu BUMDes Tri Karya Agung milik Desa Kebonagung. Cukup bagus, dan itu jadi bukti BUMDes bisa bersaing,” tambahnya.

Gus Muhdlor, sapaan Ahmad Muhdlor, juga mendorong kesadaran masyarakat di desa agar mau membeli produk dari desanya sendiri. Contohnya, untuk setiap kegiatan desa, konsumsi yang dihidangkan harusnya berasal dari produk desa tersebut.

"Misalkan ada rapat RT, ya paling tidak hidangannya sinom produksi desa sendiri atau makanan lain produksi tetangganya sendiri. Jangan beli minuman di supermarket, kecuali terpaksa," ujar Gus Muhdlor.

Harapannya, adalah bila semua ini berjalan, ekonomi berputar di tingkat bawah, dari, oleh dan untuk masyarakat. Dengan kekuatan ekonomi mikro ini, bisa memperkuat ekonomi Sidoarjo.

"Karena uangnya berputar di sini, tidak dibawa keluar Sidoarjo," imbuh Bupati muda ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo, Yeti Sri Indriastutie menambahkan, terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit. Dari jumlah tersebut, yang masuk kategori maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit dan kategori pemula 118 unit.

"BUMDes terkategori maju itu jika sudah ada kelayakan usaha, ada Peraturan Desa (Perdes), penyertaan modal dan memberikan kontribusi pendapatan asli ke desa. Sementara kategori berkembang, jika BUMDes belum bisa memberikan kontribusi pada desanya. Sedangkan kategori Pemula itu ada Perdes, ada penyertaan modal, tapi belum jalan," ujar Yeti.

Beberapa BUMDes tergolong maju seperti di Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Desa Sepande Kecamatan Candi, Desa Tlasih Kecamatan Tulangan, Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati dan Desa Kedungpandan di Kecamatan Jabon.

Untuk memperkuat BUMDes, Pemkab Sidoarjo juga telah memberikan pelatihan baik dari sisi manajemen keuangan seperti akuntansi dasar, pengelolaan logistik hingga pemasaran.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved