Berita Surabaya

Tanpa Pemberitahuan Rumah Senilai Belasan Miliar Dilelang Sepihak Oleh Bank Gegara Terlambat Bayar

Olivia didzalimi oleh para pihak dengan melakukan upaya paksa untuk dapat melepaskan hak atas aset tersebut.

Firman Rachmanudin
Olivia Christine Najoan didampingi kuasa hukumnya, Heru Sugiono saat menunjukkan dokumen perjanjian pinjaman dan pengajuan gugatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Olivia Christine Najoan dikagetkan dengan kabar jika rumah yang selama ini ditempati sejak kecil bakal dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/11/2021).

Rumah peninggalan ayahnya itu disebut dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atas permintaan PT Bank Sahabat Sampoerna, bank yang meminjamkan dana tunai ke Olivia pada Mei 2018 lalu.

Kepada Surya.co.id, Olivia bercerita awalnya ia meminjam dana untuk menjalankan bisnisnya.

Ia kemudian mendapat informasi bahwa di bank tersebut dapat mengajukan pinjaman mudah dengan plavon pinjaman yang maksimal melakui penawaran program KMG Probiz tipe I.

Ia pun mendatangi bank yang berkantor di Jalan Diponegoro Surabaya itu.

Kemudian, Olivia menandatangani perjanjian kredit dengan sertifikat rumah yang letaknya di Jalan Bumi Galaxy Permai, Sukolilo Surabaya.

Dana pinjaman dicairkan pihak bank, sebesar Rp 4 milyar dengan deposito 10 persen sebagai jaminan tambahan.

Setiap bulannya, Oliviamengangsur suku bunga dari total pinjaman sebesar 18 persen hingga jatuh tempo pelunasan pada Mei tahun 2019.

Namun setelah tanggal jatuh tempo, apa daya, bisnis tas spoon bound yang digelutinya omzetnya turun.

Dengan segala keterbatasan, Olivia lantas meminta keringanan pada pihak bank dan berjanji bakal menyelesaikan tanggungannya.

Sebab, nilai aset yang diagunkan kepada bank dalam bentuk sertifikat itu ditaksir tiga kali lipat dari nilai pinjaman yang diberikan bank kepada Olivia.

"Sempat diberi keringanan untuk tiga bulan dengan mengangsur bunga, saya tetap bayarkan itu. Namun setelahnya, disuruh melunasi pokok utang langsung sebesar Rp 4 milyar. Saya belum ada uang untuk dapat melunasinya, apalagi saat itu bisnis saya yang ekspor impor di china juga terganggu karena merebaknya Covid 19 di sana (China)," kata Olivia.

Ia kemudian mencoba mendatangi kembali pihak bank, untuk minta solusi atas persoalan pembayaran utang tersebut. Namun pihak bank memilih tidak bernegoisasi dengan Olivia.

Padahal, saat itu pada 21 Januari 2020, Olivia meminta keringanan untuk melunasi dengan membayar Rp 2 miliar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved