Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Belum Umumkan UMP Tahun 2022, Kadisnaker Sebut Akan Diumumkan Senin Pekan Depan

Hingga Sabtu (20/1/2021) sore ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum juga mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) belum juga mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 hingga sore ini, Sabtu (20/1/2021). Bahkan kesepatan untuk penentuan besaran UMP belum mencapai titik temu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengatakan, UMP Tahun 2022 baru akan diumumkan pada hari Senin pekan depan.

Menurutnya besaran UMP Tahun 2022 tersebut akan langsung diumumkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Belum, nanti akan langsung diumumkan oleh Ibu Gubernur pada Senin minggu depan. Jadi mohon ditunggu," tegas Himawan kepada SURYA.CO.ID.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ada perbedaan usulan untuk kenaikan UMP Tahun 2022. Pertama dari kalangan Pemprov Jatim dan juga kalangan pengusaha mengusulkan agar UMP tahun depan naik sebesar Rp 22.700.

Besaran usulan kenaikan itu dikatakan Himawan berdasarkan rumusan dari Peraturan Pemerintah (PP) No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan,

Sebagaimana diketahui, UMP Jatim tahun ini ada di angka Rp 1.868.777. Jika disetujui usulan Rp 22.700, maka UMP Jatim tahun 2022 sebesar Rp 1.891.477.

Sedangkan dari kalangan pekerja mengusulkan agar kenaikan dari UMP 2021 bisa mencapai sekitar Rp 200 ribu lebih. Dengan usulan kenaikan sebesar itu, mereka ingin agar UMP Jawa Timur minimal adalah Rp 2 juta.

Sedangkan Gubernur Jawa Timur sendiri mengupayakan agar kenaikan bisa di angka Rp 100 ribu, yang kemudian dikonsultasikan ke pemerintah pusat.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengupahan dari unsur pekerja yang juga Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi mengatakan sejauh ini memang belum ada kesepakatan angka UMP Jatim tahun 2022.

"Masih deadlock, masih alot sekali. Saya meminta kepada Bu Gubernur untuk tidak ditandatangani (angka kenaikan Rp 22.700) dulu sambil melihat provinsi lain," terangnya.

Fauzi menambahkan, pihaknya tetap ngotot meminta UMP Jatim tahun 2022 naik minimal Rp 275.000 hingga Rp 300.000. Pasalnya, Fauzi menilai Jatim sebagai salah satu pusat perekonomian di Indonesia, namun nilai UMP masih rendah.

"Karena arus bawah anak-anak pekerja tetap meminta kenaikan yang signifikan. Jatim ini provinsi besar, salah satu penyumbang perekonomian terbesar di Indonesia, tapi UMP justru paling rendah," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved