Breaking News:

Berita Kediri

Tepati Janji Politik, Bupati Kediri Mas Dhito Berikan Insentif untuk Guru Agama

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menepati janjinya untuk memberikan insentif kepada guru agama pendidikan non formal.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat menyerahkan bisyaroh kepada guru agama di Pondok Pesantren Kepuhrejo Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jumat (19/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menepati janjinya untuk memberikan insentif kepada guru agama pendidikan non formal.

Janji ini disampaikan pria yang akrab Mas Dhito itu saat mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Kediri.

Salah satu alasan Mas Dhito memberikan insentif kepada guru ngaji adalah atas dasar keprihatinan, karena selama ini para tenaga pengajar pendidik agama sektor non formal di Kabupaten Kediri masih jarang mendapat perhatian. Terlebih dalam aspek kesejahteraan.

Oleh sebab itu, Mas Dhito ketika sudah terpilih menjadi Bupati Kediri, segera merealisasikan janjinya untuk memberikan insentif kepada guru ngaji.

Tidak hanya guru Agama Islam yang diberikan instensif, melainkan sejumlah guru agama lain seperti Kristen, Katolik dan Hindu juga mendapat insentif dari Pemkab Kediri.

"Kalau ada yang berani mengganggu kepentingan guru Madin, maka yang bersangkutan berhadapan dengan saya," ujarnya dalam acara penyerahan insentif secara simbolis kepada guru pendidikan agama non formal di Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada Jumat (19/11/2021).

Secara rinci, 7.139 guru pendidikan non formal yang mendapatkan insentif untuk Agama Islam yang meliputi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) jumlahnya 6.366 guru. Agama Kristen sebanyak 685 guru, 37 Katolik serta 51 guru Hindu. Pelaksanaan, uang ditransfer ke rekening masing-masing para guru.

Program pemberian insentif itu menurut Mas Dhito akan berlanjut. Ke depan tetap dilakukan pendataan ulang, sehingga bagi guru-guru agama yang saat ini belum tercover dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan insentif.

"Insya Allah bertahap, nanti kalau kami datanya sudah lengkap, kami sudah bisa pilah, mana saja guru madin yang berhak menerima. Secara bertahap mungkin kami akan naikkan nanti," ungkap Mas Dhito.

Mas Dhito menegaskan, pihaknya akan terus mengawal program pemberian insentif itu, jangan sampai penyalurannya tidak tepat sasaran.

Sebab, selama ini banyak sekali program pemerintah baik di tingkat kabupaten dan kota maupun provinsi, bahkan di tingkat pusat yang masih tidak tepat sasaran.

"kami yang di tingkat kabupaten, tapi tidak ada alasan untuk tidak tepat sasaran. Dan saya yang akan terus mengawal," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved