Breaking News:

Berita Gresik

DPRD Gresik Minta Pemkab Tegur Kontraktor yang Molor Garap Proyek Infrastruktur

Jembatan penghubung Kecamatan Benjeng menuju Kecamatan Cerme masih belum menunjukkan progres yang signifikan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan saat meninjau proyek jembatan di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegur para kontraktor yang molor garap proyek infrastruktur.

Hal ini, dikatakannya usai meninjau langsung proyek jembatan di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng yang dipastikan molor.

Jembatan penghubung Kecamatan Benjeng menuju Kecamatan Cerme masih belum menunjukkan progres yang signifikan. Akibatnya, pengendara roda dua harus bersabar bergantian melintas menggunakan jembatan darurat yang baru saja dibangun kembali.

Mujid langsung mendatangi sebuah bangunan semi permanen berada di bahu jalan. Bangunan tersebut merupakan tempat para pekerja proyek untuk istirahat.

Politisi PDIP ini berjalan kaki turun langsung ke bibir jalan, di lokasi proyek jembatan belum juga ada progres pengerjaan yang signifikan. Ia juga melihat satu alat eskavator rusak akibat terendam banjir luapan Kali Lamong beberapa waktu lalu.

"Kami berharap PU segera panggil kontraktor ini beri punishment. Jembatan ini tidak akan selesai, jangan alasan banjir. Di papan sudah jelas bulan Agustus sudah dimulai, Desember selesai. Harusnya sekarang sudah 80 persen. Bisa lihat di lapangan tidak sampai 10 persen," tegas Mujid, Jumat (19/11/2021).

Mujid menambahkan, harusnya progres jembatan sudah 80 persen karena sudah memasuki bulan November. Artinya, satu bulan lagi masa pengerjaan sudah selesai.

Proyek senilai Rp 2,1 miliar itu dimenangkan CV Jaya Abadi, kata Mujid, progresnya masih jauh dari harapan. Tiang pancang hanya beberapa saja yang terpasang, alat berat untuk memasang tiang pancang rusak karena diterjang banjir.

"Harusnya sudah dikerjakan sebelum banjir datang, mulai bulan Agustus sampai November sudah hampir tiga bulan progres rendah. Mungkin sampai saat ini masih di bawah 10 persen. Progres rendah, yang jelas tidak akan selesai ini kan jembatan penghubung vital," terangnya.

Muslik, salah satu pekerja CV Jaya Abadi menyebut baru tiga titik tiang pancang sudah terpasang. Masih ada puluhan tiang pancang belum terpasang. Kondisi alat pemasang tiang pancang rusak akibat banjir.

"Tiba-tiba banjir. Kami selesaikan secepat-cepatnya, target akhir bulan Desember. Sudah kami laksanakaan sesuai progres, lalu ada musibah bagaimana lagi. Kami upayakan secepatnya. Insya Allah saya usahakan," terangnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved