Breaking News:

Biodata Gus Baha yang Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU: Dipuji Quraish Shihab, Populer di Youtube

Berikut ini profil dan biodata KH Ahmad Bahauddin Nursalim  atau Gus Baha, ulama asal Rembang, Jawa Tengah yang masuk bursa calon ketua umum PBNU.

Editor: Musahadah
Youtube Kalam - Kajian Islam
Gus Baha yang kini populer dan viral di Youtube. Berikut ini profil dan biodata Gus Baha yang masuk bursa ketua umum PBNU. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Berikut ini profil dan biodata KH Ahmad Bahauddin Nursalim  atau Gus Baha, ulama asal Rembang, Jawa Tengah yang digadang-gadang menjadi kandidat calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU). 

Nama Gus Baha muncul dalam survei yang dilakukan Indostrategic bersama  tiga nama lain yaknii Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar, lalu mantan Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah serta Ketua PBNU saat ini  KH Said Aqil Siradj.  

Nama Gus Baha menempel ketat Ketum PBNU saat ini, KH Said Aqil Siradj.

"KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini, lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha 12,4 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam seperti dikutip dari CNN, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: KH Said Agil Sowan Pengasuh Ponpes Lirboyo dan Al Falah Ploso Kediri : Semua Doakan Muktamar Sukses

Umam menambahkan, pihaknya melakukan survei pada 23 Maret- 5 April 2021 dan melibatkan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki ambang batas kesalahan 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Umam menyampaikan kemunculan Gus Baha dalam bursa itu menunjukkan keinginan warga NU untuk regenerasi kepemimpinan.  Selain itu, Gus Baha juga dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang luntur beberapa waktu terakhir.

Dia juga berpendapat kemunculan Baha dalam bursa ketua umum PBNU dipengaruhi dinamika media sosial. Ia menilai popularitas Baha di medsos mampu menarik simpati sebagian warga Nahdliyyin.

"Media exposure Gus Baha di berbagai chanel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga Nahdliyyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur," ujarnya.

Umam menambahkan, sebagian warga Nahdliyyin menghendaki suksesi ketua umum PBNU. Salah satu penyebabnya adalah gaya kepemimpinan Said Aqil yang cenderung lekat dengan politik praktis.

"Akibatnya, peran PBNU sebagai Islamic-based civil society menjadi kurang optimal. Misalnya, terkait wacana kebijakan publik amandemen UU KPK hingga penyelamatan 57 pegawai senior KPK, sikap dan keberpihakan PBNU kurang jelas," ujar Umam.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved