Breaking News:

Pelaksanaan Muktamar NU Digeser, KH Miftahul Akhyar: Bakal Maju dari Rencana

Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang rencananya akan bergeser dari jadwal semula dibenarkan oleh Rais Am PBNU, KH Miftahul Akhyar.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Rais Am PBNU, KH Miftahul Akhyar saat ditemui di Surabaya, Kamis (18/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang rencananya akan bergeser dari jadwal semula dibenarkan oleh Rais Am PBNU, KH Miftahul Akhyar.

Kiai Miftah menyebut, kemungkinan besar pelaksanaan Muktamar yang di antara agendanya akan memilih kepemimpinan PBNU bakal maju dari rencana.

Hal itu diungkapkan Kiai Miftah, saat dikonfirmasi perihal kabar penundaan Muktamar lantaran rencana penerapan PPKM level 3 pada akhir tahun ini.

"Gak ditunda, maju malahan. Kalau ditunda kan 2022 nantinya," kata Kiai Miftah saat ditemui di Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Seperti diketahui, sesuai rencana Muktamar NU sedianya bakal diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Namun, karena pemerintah berencana menerapkan PPKM level 3 mulai 24 Desember, pelaksanaan Muktamar NU digeser.

Kiai Miftah sempat menyinggung beberapa pertimbangan mengenai pergeseran waktu pelaksanaan Muktamar. Jika pelaksanaannya dibuat mundur, maka bisa dinilai negatif.

Terlebih, belum ada yang tahu kondisi pandemi pasca pergantian tahun. Sementara jika maju, Kiai Miftah menyebut masih memungkinkan dan hal itu positif.

Hanya saja kapan pastinya, menurut Kiai Miftah, nantinya bakal diputuskan setelah pertemuan dengan pengurus.

Kiai Miftah menyebut, pihaknya bakal berupaya untuk tetap terselenggara pada tahun ini.

"Sebuah amanat dan itu sudah menjadi keputusan munas, Muktamar diselenggarakan pada tahun 2021," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved