Breaking News:

Pasar Mulai Pulih SPMA Optimis Target Penjualan Rp 2,5 Triliun Tercapai

PT Suparma Tbk (SPMA), produsen kertas dan tisu, optimis bisa capai target penjualan di tahun 2021 ini

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
SPMA
Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur, (kedua dari kiri) bersama beberapa produk kertas bungkus dan tisu yang kinerja Tahun 2021 ini mengalami perbaikan pasca pandemi covid 19. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Kondisi pasar yang mulai membaik membuat PT Suparma Tbk (SPMA), produsen kertas dan tisu, optimis bisa capai target penjualan di tahun 2021 ini. Hingga akhir tahun, perseroan yang memiliki pabrik di kawasan Mastrip, Warugunung, Karangpilang, Surabaya ini, mentargetkan penjualan hingga Rp 2,5 triliun.

"Sampai dengan September 2021, capaian kami sudah ada di angka Rp Rp1,92 triliun. Dengan melihat kondisi pasar saat ini yang kembali aktif, sampai akhir Desember 2021, target tersebut optimis bisa kami capai," ungkap Hendro Luhur, Direktur SPMA, Kamis (18/11/2021) saat virtual publik ekspos kinerja tahun 2021.

Lebih lanjut Hendro menyebutkan, dari capaian Rp 1,92 triliun tersebut, sudah berada di kisaran 88,4 persen dari target. Secara kuantitas penjualan telah mencapai 170.555 MT atau setara 84,2 persen dari target 206.000 MT.

Bila mencapai target di akhir tahun ini, Hendro menyebut, bila kinerja perseroan sudah kembali lagi seperti kinerja di tahun 2019 lalu. Tercatat tahun 20219 lalu, realisasi penjualan mencapai  Rp 2,51 triliun.

"Sementara hasil penjualan di tahun 2020 lalu, karena dampak pandemi covid 19, penjualan kami hanya dikisaran Rp 1,8 triliun," ujar Hendro.

Namun dengan pendapatan capai Rp 1,92 triliun hingga akhir September 2021, mengalami kenaikan sekitar 25 persen dibanding periode yang sama di tahun 2020.

Sedangkan realisasi laba usaha pada September 2021 mencapai Rp 264 miliar, atau tercapai 105,6 persen dari target akhir tahun sebesar Rp 250 miliar.

“Penjualan bersih kami bisa naik sampai 25 persen ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata yang mencapai 17,9 persen, lalu disusul adanya kenaikan penjualan secara kuantitas,” jelas Hendro.

Saat ini kapasitas produksi terpakai pada periode tahun ini ditargetkan mencapai 206.000 MT. Namun hingga Oktober 2021 sudah berhasil mencapai 170.555 MT.

“Kapasitas produksi kami juga mengalami peningkatan kalau kami melihat kondisi sebelum dan sesudah pandemi. Pada 2019 kapasitas terpakai kami mencapai 205.205 MT, kemudian pada 2020 turun menjadi 198.684 MT akibat pandemi, dan pada 2021 diyakini bisa tembus 206.000 MT," beber Hendro.

Target kapasitas produksi tahun ini lebih rendah, karena  ada komposisi produk yang lebih ringan. Bukan karena utilitasnya menurun.

Hendro menambahkan potensi industri kertas dan tisu ke depan akan semakin bagus seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian. Perseroan juga meyakini proyek penambahan kapasitas yang masih dalam progres akan berjalan sesuai dengan rencana.

“Proyek penambahan mesin nomor 10 (PM10)  yang menelan investasi 32,1 juta dolar AS, ini direncanakan produksi komersialnya pada Maret 2022, karena sempat beberapa kali tertunda karena pandemi,” paparnya.

Rencana kapasitas terpasang untuk proyek PM 10 tersebut yakni mencapai 54.000 MT dengan komposisi rencana produksi yakni produk Hand Towel (HT) 49 persen, Wrapping Kraft (WK) 33 persen, dan kertas laminasi MG sebanyak 18 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved