Breaking News:

Berita Nganjuk

Nganjuk Ingin Miliki Satu Data Indonesia, Diskominfo Perbarui Dokumen Penduduk di Tiap Kelurahan

Dengan demikian data yang sudah tersusun dan valid, bisa menjadi sumber rujukan untuk perencanaan yang matang dan tepat sasaran.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Sekretaris Diskominfo Nganjuk, Ida Sobihatin (tengah) memberikan arahan dalam rapat koordinasi SIDK Kabupaten Nganjuk untuk pembaruan dokumen kependudukan, Kamis (18/11/2021). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Persiapan pembaruan dokumen kependudukan di setiap kelurahan dan kecamatan terus dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk. Langkah melakukan pembaruan itu dimulai Diskominfo lewat koordinasi sistem integrasi data kelurahan (SIDK) Kabupaten Nganjuk.

Sekretaris Diskominfo Nganjuk, Ida Sobihatin mengatakan, tujuan dari pembaruan dokumen kependudukan tersebut adalah untuk pemutakhiran data kependudukan kelurahan di Nganjuk.

Di mana pemuktakiran data tersebut sangat penting untuk menjadi data yang valid. Dengan demikian data yang sudah tersusun dan valid, bisa menjadi sumber rujukan untuk perencanaan yang matang dan tepat sasaran.

"Itu dilakukan melalui survey penjaringan data yang ada di masyarakat. Data yang tersusun itu menjadi data yang dibutuhkan. Rangkaian panjang tersebut untuk mewujudkan Satu Data Indonesia atau SDI di Nganjuk," kata Ida Sobihatin, Kamis (18/11/2021).

Sementara Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Pemkab Nganjuk, Sarwo Widodo menjelaskan, data empiris merupakan sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi, wawancara atau percobaan. Sementara bukti empirisnya adalah informasi.

"Data itu yang sudah bisa dipakai dan siap digunakan. Untuk itu perlu pemutakhiran data untuk diakui kebenaran dan keakuratanya. Karena data yang sudah benar bisa menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Sarwo.

Sedangkan SurveyMETER Yogyakarta, Rony Harmoko mengatakan, dari hasil survei SIDK yang sudah dilakukan oleh kader data, masih ditemukan data kependudukan yang belum diperbarui. Misalnya, masih ditemukan dalam satu Kartu Keluarga (KK) terdapat beberapa kepala keluarga.

"Idealnya satu KK itu dihuni olek satu kepala keluarga, selanjutnya masih ditemukan juga anggota keluarga yang sudah meninggal tetapi masih tercantum dalam susunan anggota keluarga dalam KK atau KK belum revisi," kata Rony.

Sementara Kasi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Nganjuk, Wiyoto mengatakan, pihaknya siap menyukseskan program satu data Nganjuk. Di mana Dispendukcapil siap memfasilitasi untuk membantu dalam pemuthakiran data kependudukan berdasarkan pedoman sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

“Misalnya akta kematian. Di mana kematian yang sudah melampaui 10 tahun ke atas serta tidak punya KTP dan dokumen lainnya yang di dalam data base kependudukan juga tidak ditemukan, maka harus dilaksanakan sidang," kata Wiyoto.

Untuk proses administrasi kependudukan (adminduk), tambah Wiyoto, Dukcapil telah membuka layanan online di setiap kecamatan, desa, dan kelurahan di Nganjuk.

"Untuk itu, kami mengajak camat dan lurah untuk membantu mensosialisasikan kepada msyarakat untuk datang langsung ke kantor desa, kelurahan atau kecamatan tanpa harus ke kantor Dukcapil dalam pengurusan Adminduk. Semuanya sudah daring dan selesai dalam waktu 24 jam," tutur Wiyoto. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved