Breaking News:

Berita Surabaya

Ketua Dekranasda Arumi Bachsin: Mandiri Batik Fashion Fair 2021 Sebagai Kebangkitan Ekonomi Jatim

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, membuka secara resmi pameran Mandiri Batik Fashion Fair 2021

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
habibur rohman/surya.co.id
Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Emil Dardak meresmikan pameran Mandiri Batik Fahion Fair 2021 yang berlangsung di atrium Grand City Mall Surabaya, Rabu (17/11/2021). Kegiatan ini diikuti 80 booth dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) yang didukung Bank Mandiri Regional VIII/ Jawa III mendapatkan apresisasi dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, membuka secara resmi pameran Mandiri Batik Fashion Fair 2021 di atrium Grand City Mall Surabaya, Rabu (17/11/2021).

Seusai melakukan peninjauan, Arumi mengatakan, event ini menjadi bagian dari upaya kebangkitan ekonomi Jatim.

"Terutama dari sektor UKM batik, fashion, dan kerajinan. Dengan pameran ini, para pelaku usaha ini bisa mendapatkan kesempatan tampil dan bisa bertemu penjual, mengingat di event ini pengunjung mal juga sudah mengalami peningkatan dengan protokol kesehatan melalui seleksi aplikasi peduli lindungi," jelas Arumi, didampingi CEO Regional VIII/Jawa III Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa dan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Budi Hananto.

Bank Mandiri sebagai sponsor utama kegiatan, juga memberikan optimisme dari peningkatan transaksi dalam pameran ini.

"Kami melihat potensi transaksi yang besar, mengingat ditengah membaiknya kondisi Covid 19, sektor fashion, kerajinan dan batik ini bisa mendapatkan respon positif dari pengunjung dan konsumen," tambah I Gede Raka.

Sedangkan Budi Hananto, mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini karena bisa memberikan manfaat bagi kebangkitan ekonomi Jatim.

"Ekonomi mulai bergerak lagi, dan dengan adanya pameran ini bisa menggerakkan sektor lainnya. Tidak hanya pelaku usaha yang ikut pameran, tapi juga mal, industri mamin dan pelaku usaha jasa di sektor pameran," beber Budi Hananto.

Pameran ini diikuti oleh 80 booth dan didukung oleh Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Bank Mandiri sebagai sponsor utama, dan Shopee sebagai Official Marketplace yang mendukung program hybrid exhibition dengan transaksi secara daring.

Menampilkan berbagai produk, desain dan motif terkini baik tradisional, etnik, maupun modem dari kalangan pengusaha industri dan pengrajin batik, bordir, tenun, ulos, songket, sulaman, kebaya, busana muslim dan tradisional, produk kulit & aksesoris, perhiasan, batu permata mutiara, produk agrikultur, furniture, makanan dan minuman, kosmetik, dan kesehatan wanita.

"Gelar akbar produk batik dan produk fashion pelengkapnya ini makin menunjukkan posisi batik sebagai warisan budaya dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia dan tetap disukai serta dibutuhkan oleh berbagai lapisan masyarakat dari waktu ke waktu," tambah Budiono, Direktur Operasional PT Debindo Mitra Tama sebagai penyelenggara Event Organizer (EO) pameran.

Pameran batik dan fashion ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Debindo.

Tahun ini merupakan yang kelima setelah tahun 2020 lalu tidak digelar karena pandemi.

Dalam pembukaan pameran yang akan berlangsung hingga 21 November 2021 tersebut, tampil fashion show dari tim Dekranasda Kabupaten Jember.

Mereka tampil dengan aneka desain busana batik yang dipimpin oleh Hj Kasih Fajarini Hendy Siswanto.

Istri Bupati Jember inipun juga tampil diatas catwalk mengenalkan busana batik dekoratif yang cukup mematik tepuk tangan pengunjung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved