Breaking News:

Berita Mojokerto

Hadapi Cuaca Ekstrem La Nina, Mojokerto Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Pemkab Mojokerto menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2021 dalam menghadapi cuaca ekstrem pancaroba sekaligus dampak La Nina

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat meninjau mitigasi restorasi sungai di daerah langanan banjir, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2021 dalam menghadapi cuaca ekstrem pancaroba sekaligus dampak La Nina.

Siaga darurat tersebut berdasarkan SK Bupati Mojokerto Nomor 188.45/376/HK/416-012/2021 tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2021.

Menindaklanjuti surat keputusan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto kini fokus mengawasi sejumlah daerah rawan terjadi bencana longsor, banjir bandang, angin kencang dan banjir.

"Sesuai SK Bupati Mojokerto terkait status siaga darurat bencana hidrometerologi hingga 31 Desember 2021," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat, Rabu (16/11/2021).

Djoko menyebutkan, pantauan BPBD dan prakiraan cuaca dari BMKG wilayah Kabupaten Mojokerto masih dibayangi potensi bencana alam banjir bandang, longsor, pohon tumbang di kawasan pegunungan.

Adapun empat daerah rawan bencana alam yaitu Kecamatan Trawas, Kecamatan Pacet, Kecamatan Gondang dan Kecamatan Jatirejo.

Selain itu, potensi bencana alam di kawasan tersebut juga dipicu alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian aktif.

"Jadi empat wilayah kecamatan itu perlu waspada bencana alam, tanah longsor dan banjir," jelasnya.

Perlu waspadai potensi bencana banjir akibat luapan air sungai di Mojosari, Pungging Ngoro, Bangsal, Sooko (Desa Tempuran) dan Dawarblandongan.

"Wilayah Dawarblandongan menjadi atensi penanggulangan bencana banjir akibat luapan kali Lamong," ucap Djoko.

Menurut dia, pihak BPBD menyebar Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik
dalam penanggulangan dan antisipasi bencana.

"Seluruh kecamatan sudah kami sebar sebagai upaya antisipasi, seperti di Dawarblandongan kami ada tim Tagana. Termasuk di lokasi lain yang rawan bencana alam," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved